Berita Populer

Ini Perintah Presiden Jokowi, Prosedur Penyerahan Bansos Tunai dan BLT Harus Disederhanakan

Di tengah pandemi corona saat ini, Presiden Jokowi memerintahkan penyederhanaan prosedur penyerahan bantuan social, Bansos Tunai dan BLT kepada rakyat

ISTIMEWA
Presiden Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi 

Ini Perintah Presiden Jokowi, Prosedur Penyerahan Bansos Tunai dan BLT Harus Disederhanakan

POS-KUPANG.COM -- Di tengah pandemi corona saat ini, Presiden Jokowi memerintahkan penyederhanaan prosedur penyerahan bantuan sosial tunai atau  Bansos Tunai dan BLT kepada masyarakat.

"Dengan penyederhanaan prosedur, memotong prosedurnya, maka masyarakat lebih mudah menerima bantuan sosial baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai. Saya harapkan, masyarakat juga menanyakan terus kepada RT, RW atau kepala desa," tandas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyampaikan pernyataannya tersebut, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 16 Mei 2020.

Pada saat itu, Presiden Jokowi secara khusus menyoroti dua jenis bantuan, yaitu BST dan BLT Desa.

Terkait pandemi corona saat ini, Presiden Jokowi telah memberikan bantuan dan sejumlah kemudahan kepada masyarakat.

Setelah penggratisan listrik untuk pelanggan 450VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900VA bersubsidi, pemerintah juga memberikan bantuan lainnya.

Jadi Orang Kepercayaan Soeharto, Ini Sosok Ayah Halimah Agustina Kamil, Bukan Orang Sembarangan

Bantuan itu, berupa kartu sembako untuk 20 juta penerima, Program Keluarga Harapan yang diberikan kepada 10 juta keluarga dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa serta Bantuan Sosial Tunai (BST).

Dan, Presiden Jokowi lebih menyoroti Bantuan Sosial Tunai dan BLT kepada masyarakat. Kedua bantuan tersebut bernilai Rp 600 ribu per bulan yang akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut.

"Sampai saat ini, saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai. Perlu saya sampaikan, bahwa sampai hari ini BLT Desa yang tersalurkan ke masyarakat, baru 15 persen. Artinya, masih ada 85 persen yang belum diterima oleh masyarakat," kata Jokowi.

Halaman
12
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved