Di Bandara El Tari Kupang, Meski Bawa Surat Bebas Covid-19, Calon Penumpang Tetap Harus Diperiksa

Untuk bepergian ke luar daerah di tengah pandemi Covid-19 setiap calon penumpang diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Penumpang di ruang kedatangan domestik Bandara El Tari diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas KKP Kupang menggunakan Thermgun, Rabu (4/3/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Untuk bepergian ke luar daerah di tengah pandemi Covid-19 setiap calon penumpang diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19. Namun, dengan membawa surat bebas Covid-19, tidak serta merta bisa langsung bisa berangkat.

Di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) calon penumpang harus melewati beberapa tahap pemeriksaan seusai protokol penanganan Covid-19 hingga penertiban klirens oleh pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Demikian disampaikan oleh dr. Fany Jubida selaku Koodinator Wilayah Kerja Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pos Bandara El Tari Kupang, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (18/5/2020).

Kasus Positif Covid-19 di Sumba Timur Tujuh Orang Masih Dari Kluster STT Grogol Jakarta

Menurutnya, hingga saat ini, pasca transportasi udara kembali beroperasi, jumlah penumpang dari Bandara El Tari Kupang mencapai kurang lebih seratus orang, yang mana mereka diperbolehkan berangkat, karena memenuhi persyaratan.

Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang, Putu Alit Sudarma, menegaskan, kendati seseorang sudah mengantongi surat bebas Covid-19, KKP tetap melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19 sesuai protokol.

Bank NTT Telah Gunakan Aplikasi Inti Perbankan Berstandar Dunia

"Karena begini, bisa saja dia mengurus surat keterangan bebas Covid-19 dua atau tiga hari sebelumnya. Jadi di KKP kami menerbitkan health klirens, dengan mengukur suhu tubuh, saturasi oksigen dan anamnese tentunya, dengan itu baru bisa berangkat," ungkapnya.

Menurutnya mekanisme untuk bisa bepergian ke luar daerah dilakukan sesuai dengan surat edaran direktur jenderal pencegahan dan pengendalian Covid-19 Nomor 6689 Tahun 2020.

"Intinya, para pelaku perjalanan baik darat, laut maupun udara harus bebas Covid-19," ungkapnya.

Dia katakan, syarat mutlak seseorang bisa bepergian di tengah pandemi Covid-19 ini harus memiliki surat bebas Covid-19, yakni minimal harus menunjukan hasil rapit diagnostic tes (RDT) atau rapid tes yang menyatakan yang bersangkutan non reaktif.

"Harus ada hasil rapid tes, itu bisa diurus di Rumah Sakit atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) baik milik pemerintah maupun swasta," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved