BI Siapkan Rp 1,6 T untuk Kebutuhan Idul Fitri di NTT

BI berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang Rupiah selama hari Raya Idul Fitri tahun ini di Provinsi NTT, yang diperkirakan sebesar Rp1,63 triliun.

POS-KUPANG.COM/YENI RACMAWATI
KANTOR BANK INDONESIA PERWAKILAN NTT di Jalan El Tari Kupang 

POS-KUPANG.COM | I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, BI berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang Rupiah selama hari Raya Idul Fitri tahun ini di Provinsi NTT, yang diperkirakan sebesar Rp1,63 triliun.

"Prakiraan tersebut turun 4,57 persen (year on year) dibandingkan dengan kebutuhan Idul Fitri tahun 2019," katanya dalam rilis yang diterima pada Rabu (13/5)

Menurutnya, untuk kelancaran penyiapan uang tunai dan penukaran uang tersebut, BI menyusun strategi secara internal dan eksternal. Secara internal BI, lanjutnya, melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan untuk mencegah Covid-19. Disamping itu penyemprotan disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana dilakukan secara berkala serta higienitas SDM selalu diperhatikan.

Sedangkan, dari sisi eksternal, BI bekerjasama dengan Polairud Polda NTT untuk mendistribusikan uang Rupiah ke seluruh wilayah NTT di tengah keterbatasan moda transportasi. Kedua, berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di ATM dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat.

Sementara untuk layanan penukaran uang untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri, kata Nyoman Ariawan hanya dilaksanakan melalui loket di bank.

Puing-puing Roket China Berjatuhan di Afrika, Diduga Pecah di Angkasa

"Menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan sehingga masyarakat mudah memperoleh uang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, layanan penukaran uang kepada masyarakat pada tahun ini tidak disediakan melalui penyediaan penukaraan di lokasi umum, karena mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam memitigasi penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Selain itu juga, penukaran uang juga di sembilan lokasi kas titipan BI di NTT yakni Atambua, Maumere, Ende, Waikabubak, Waingapu, Ruteng, Kalabahi, Lewoleba dan Labuan Bajo dari tanggal 29 April hingga 20 Mei. Nyoman memastikan kegiatan pengolah uang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja

Khusus untuk hari raya Idul Fitri, menurutnya, BI menempuh tiga langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional yakni, pertama, menghimbau masyarakat untuk mengunakan transaksi penbayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik dan QR Code pembayaran dengan standar QRIS. Kedua. menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran BI yakni tunai dan nontunai serta sistem pembayaran industri.

"Hal ini dilakukan antara lain melalui pengurangan waktu operasional, implementasi split operation dan menyediakan contact center sistem pembayaran bagi industri untuk memperceat eskalasi isu dalam masa pandemi," katanya

Mengenai uang palsu (upal) di NTT mengalami penurunan . "Sampai dengan triwulan I 2020, upal mencapai 24 lembar, lebih rendah dari triwulan sebelumnya 66 lembar," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved