Belu Peringkat Satu Pencapaian MCP Pencegahan Korupsi di NTT

Kabupaten Belu meraih peringkat satu pencapaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Provinsi NTT de

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
-Bupati Belu, Willybrodus Lay tinjau lahan pertanian di Desa Manleten, Kecamata Tasifeto Timur, Rabu (13/5/2020). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Kabupaten Belu meraih peringkat satu pencapaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Provinsi NTT dengan prosentase 70 persen.

Kabupaten Belu menjadi juara bertahan karena dua tahun berturut-turut yakni 2018 dan 2019 meraih peringkat satu MCP Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Provinsi NTT.

Hal ini diumumkan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) saat rapat koordinasi tentang
Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 yang dilakukan melalui vidio teleconference, Kamis (14/5/2020) dari pukul 09.00 Wita.

KPK memberikan apresiasi khusus kepada Pemkab Belu dibawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wabup J.T Ose Luan yang sangat konsisten dalam melakukan upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Belu. Atas prestasi tersebut, Bupati Belu, Willybrodus Lay diberi kesempatan oleh KPK untuk menyampaikan komentar mewakili para bupati se-NTT.

Sesuai penilai KPK, Kabupaten Belu secara berturut-turut yakni 2018 dan 2019 serius melakukan upaya pencegahan korupsi sehingga prosentase pencapaian MCP Kabupaten Belu sebesar 70 persen.

Pencapaian MCP dilihat dari delapan indikator yakni, 1) tersedianya aplikasi perencanaan APBD, 2) PJB, 3) PTSP, 4) APDP, 5) ASN, 6) dana desa, 7) OPD, 8) Aset. Dari data yang dipaparkan KPK, prosentase kedelapan indikator tersebut di atas 50 persen. Tiga indikator dengan prosentase tertinggi yakni, APBD 92 persen, PTSP 89 persen dan APDP 75 persen.

Bupati Belu, Willybrodus Lay saat diberikan kesempatan oleh KPK untuk berkomentar mengatakan, Pemerintan Kabupaten Belu mengucapkan terima kasih kepada KPK yang memberikan penilaian bagi Kabupaten Belu sebagai peringkat satu pencapaian MCP dengan prosentase 70 persen.

Kata Willy Lay, prestasi ini patut disyukuri dan menjadi motivasi bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dan lebih giat lagi sehingga prestasi ini dapat dipertahankan di tahun 2020 dengan nilai yang lebih tinggi dari tahun 2019.

Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPK atas bimbingan yang telah dilakukan selama ini. Prestasi ini dapat tercapai berkat dukungan dan bimbingan dari KPK didukung komitmen pemerintah daerah dan seluruh jajarannya.

Pemkab Belu tetap mengharapkan dukungan dan bimbingan dari KPK di tahun-tahun mendatang sehingga upaya pencegahan korupsi bisa terwujud sesuai dengan harapan bersama. (jen).

TINJAU----Bupati Belu, Willybrodus  Lay tinjau lahan pertanian di Desa Manleten, Kecamata Tasifeto Timur, Rabu (13/5/2020).

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS

VICON----Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama Wakil Bupati, J.T Ose Luan mengikuti rapat koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan melalui vidio teleconference (vicon) di ruang rapat Bupati Belu, Kamis (14/5/2020).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved