Nasabah Kredit Usaha Mikro PT Pegadaian Kupang Belum Banyak Ajukan Relaksasi Kredit

Nasabah kredit Usaha Mikro PT Pegadaian di Pulau Timor belum banyak yang mengajukan relaksasi kredit

Nasabah Kredit Usaha Mikro PT Pegadaian Kupang  Belum Banyak Ajukan Relaksasi Kredit
PK/Yen
Vice President PT Pegadaian (Persero), Imam Subekt

POS-KUPANg.COM | KUPANG - Nasabah kredit usaha mikro PT Pegadaian (Persero) dari Kupang dan Pulau Timor berkisar lebih dari 5.000 orang.

Namun belum banyak nasabah yang mengajukan relaksasi kredit. Diharapkan nasabah yang tidak mengajukan relaksasi kredit ini karena usaha dan nasabah itu sendiri tidak terdampak Covid-19.

"Sejak diterapkan kebijakan restrukturisasi berupa perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran angsuran hingga pembebasan tunggakan denda bagi nasabah yang terdampak wabah virus Covid-19 yang diatur dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional tanggal 13 Maret 2020, maka untuk Pegadaian persentase pengajuannya masih sangat sedikit, mungkin tidak banyak nasabah yang terpapar Covid-19," kata Vice President PT Pegadaian (Persero), Imam Subekti, di Kupang, Selasa (12/5)

Ia mengatakan nasabah yang terpapar berarti nasabah yang masuk dalam kategori orang yang terkena virus Corona dan terdampak, usaha nasabah atau lingkungan tempat tinggal nasabah tersebut terdampak akibat virus Corona.

"Jadi nasabah yang ada dalam dua kategori tersebut bisa mengajukan relaksasi melalui permohonan di outlet-outlet pegadaian terdekat atau dapat mengisi formulir permohonan melalui website https://www.pegadain.co.id/restrukturisasi, agar Pegadaian dapat mendata nasabah mana saja yang mendapatkan keringanan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti permohonan atau surat yang disertai dengan kelengkapan bukti-bukti bahwa usahanya terdampak pandemi virus Corona," jelas Imam.

Permohonan itu, lanjut Iman, disetujui atau atau tidak, berdasarkan penilaian kelayakan nasabah yang akan memperoleh keringanan sesuai persyaratan tertentu.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor OJK Provinsi NTT per April 2020, total kredit perbankan kepada UMKM di NTT Rp11,479 miliar. Data debitur berpotensi berdampak untuk perbankan 3.241 debitur dengan total dana Rp1.279,12 miliar yang telah direstrukturisasi 678 debitur dengan Rp538,55 miliar.

Sedangkan perusahaan pembiayaan yang berpotensi berdampak1.764 debitur dengan dana Rp64,38 miliar dan yang telah direstrukturisasi 1.439 debitur dengan dana Rp52,71 miliar.

"OJK terus meminta bank dan perusahaan pembiayaan agar tetap proaktif untuk melakukan pendataan terhadap debitur-debitur yang terdampak Covid-19," kata Kepala OJK NTT, Robert Sianipar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved