Tandon Covid-19 di Pasar Naikoten Tak Ada Air. Ini Komentar Para Pedagang.

Tandon bantuan agar warga mencuci tangan yang ditempatkan dalam pasar, sudah lebih dari seminggu tak ada airnya.

POS KUPANG/ONCY REBON
Kondisi tandon yang tidak terisi air, di dalam Pasar Kasih, Naikoten 1. Gambar diabadikan, Sabtu (9/5). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Para pedagang di Pasar Kasih, Naikoten 1, Kota Kupang, mengeluhkan bantuan yang diberikan pemerintah kepada mereka. Sebut saja penyemprotan disinfektan hanya dilakukan sekali, padahal aktivitas manusia dalam pasar sangat tinggi. Berikutnya, tandon bantuan agar warga mencuci tangan yang ditempatkan dalam pasar, sudah lebih dari seminggu tak ada airnya.

"Siapa yang bertanggungjawab kalau seperti. Siapa yang harus isi air di tandon ini. Siapa yang siapkan sabun dan lainnya. Hanya pertama saja saat ditaruh ada airnya. Sekarang sudah tidak ada lagi. Dibiarkan kosong begitu saja," ujar salah satu pedagang Pasar Kasih, Yes Pelokila saat ditemui di tempat jualannya, Sabtu (9/5).

Yes mengatakan, pemerintah tidak boleh kendor dalam memerangi covid-19 ini. "Jangan hanya pertama saja, lalu kemudian tidak lagi. Bilang kita mau cegah, tapi tidak gencar cegah. Pertama, dulu pemerintah sibuk jalan semprot cairan disinfektan. Sampai-sampai, jalan raya saja disemprot. Tetapi sekarang, setelah sudah ketahuan ada pasien positif covid-19 di Kota Kupang, mereka semprot di mana? Hilang kan?" kata Yes.

Dia mengatakan, seharusnya ketika kasus sudah ada, penyemprotan dilakukan secara kontinyu. "Contohnya seperti di pasar-pasar, toko dan ruang publik lainnya harus disemprot terus. Lucunya di situ sudah. Sudah tahu Kupang ada yang positif, kenapa tidak dilanjutkan penyemprotannya," kata Yes.

Dia memberikan apresiasi kepada pemerintah dan donatur yang sudah menempatkan tandon cuci tangan dalam pasar. Sayangnya, tak ada perhatian untuk perawatan dan lainnya. "Seperti yang di depan pasar, hanya hari pertama saja isi air dan orang cuci tangan. Setelah itu air tidak pernah ada sampai sekarang. Kalau mau bukti, pergi dan lihat sendiri," tukasnya.

"Apakah masalah dana? Dana pemerintah tanggung kok. Saya tahu dana itu besar. Dana itu dikemanakan, disimpan untuk siapa. Bukankah untuk melayani masyarakat?" tandas Yes.

Hal senada di sampaikan Ny. Nona, pedagang pasar lainnya. Dia mengeluhkan air bersih di tandon yang kosong. Dia menyebut, tandon itu sudah lebih dari seminggu tidak berisi air.

"Kita yang berjualan di sini saja, beli air. Nanti mau isi lagi di situ bagaimana? Tolong perhatikan. Sudah dijalankan tapi mati-hidup. Walaupun tidak ada sabun, tetapi kalau ada air, pasti orang pergunakan dengan baik," tutupnya.

Pantauan Pos Kupang, tandon warna biru yang diletakan di dalam pasar itu kosong. Nampak tak ada bekas air cuci tangan yang mengalir di bawahnya. Beberapa pedagang pasar yang ditemui mengaku tak mengetahui pihak mana yang memasang tandon di dalam pasar itu.

Sementara itu, aktivitas dalam pasar berlangsung seperti biasa. Meski tak seramai sebelum pandemi covid-19, namun para penjual tetap menjajakan dagangannya. Para pembeli pun keluar masuk, meski tak begitu padat. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved