Pemprov NTT Akan Luncurkan Program Tanam Jagung 10 Ribu Hektar

Program Tanam Jagung 10 Ribu Hektar ini digulirkan pada Bulan Juni 2020 untuk mendukung ketersediaan pangan di Provinsi NTT.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Wakil Gubernur NTT, Josef A.Nae Soi, saat penandatangan nota kesepahaman dengan Kejati NTT dan BPKP NTT terkait pendampingan hukum dan pengawasan akuntabilitas anggaran Covid-19 NTT di Kupang pada Senin (11/5/2020). 

Pemprov NTT Akan Luncurkan Program Tanam Jagung 10 Ribu Hektar

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan meluncurkan program Tanam Jagung 10 ribu hektar. 

Program Tanam Jagung 10 Ribu Hektar ini digulirkan pada Bulan Juni 2020 untuk mendukung ketersediaan pangan di Provinsi NTT. 

"Juni ini ada program tanam jagung 10 ribu hektar," ujar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman tentang pendampingan hukum dan pengawasan akuntabilitas anggaran pencegahan dan penanggulangan  Covid-19 NTT pada Senin (11/5/2020).

Viktor mengatakan, program tersebut digulirkan pemerintah untuk menghindarkan provinsi NTT dari persoalan pangan. Menurutnya, persoalan pangan merupakan persoalan yang sangat serius bahkan melebihi persoalan keuangan. 

"Uang tidak ada orang tidak beli apapun tetapi orang akan mati kalau tidak ada pangan, maka pangan itu masalah serius, masalah ekstraordinari (luar biasa)," katanya.

Oleh karena itu, persoalan pangan menjadi perhatian semua pihak dari level provinsi hingga daearah kabupaten/kota.

Ia bahkan menyentil Walikota Kupang Jefri Riwu Kore untuk memberdayakan lahan kosong di jalur jalan Piet A Talo di Kelurahan Oesapa Selatan guna melakukan penanaman jagung. Meskipun lahan tersebut merupaka lahan bermasalah, namun Gubernur meminta agar lahan tersebut dapat diberdayakan. 

Demikian pula kepada Bupati Kabupaten Kupang Korinus Masneno, Viktor mengingatkan bahwa lahan bekas persawahan di wilayah kabupaten tidak boleh dibiarkan kosong tetapi harus digunakan untuk menanam jagung.  

Selain itu, Viktor juga mengatakan bahwa dalam situasi pandemi saat ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk menyiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui program tersebut. 

Terkait kebijakan tersenut, Viktor mengaku telah dihubungi oleh Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin dan Danrem 161 Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman yang menyatakan mendukung program tersebut. 

"Danrem dan Kapolda menawarkan diri untuk menanam bersama untuk 10 ribu hektar, jadi ini juga perlu ditindaklanjuti di daerah," katanya. 

Detik-detik Mengerikan Gadis 17 Tahun Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai, Tubuhnya Jadi Sorotan

Artis Seksi Ini 2 Kali Nikah Punya 3 Anak Suami Ketiganya Misterius Lihat Potretnya Kini Bikin Syok

Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan Pada Warga Terdampak Covid-19 di Noelbaki Kupang

Dalam situasi pandemi hingga saat ini, pemerintah provinsi menyatakan bahwa stok pangan masih dalam keadaan aman. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved