Breaking News:

Hikmah RAMADHAN: Kriteria Penerima Sedekah

Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, segala puji bagi Allah SWT atas nikmat rahmat serta hidayah kepada kita

Editor: Kanis Jehola
Hikmah RAMADHAN: Kriteria Penerima Sedekah
ISTIMEWA
Chariul Pua Tingga

POS-KUPANG.COM - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, segala puji bagi Allah SWT atas nikmat rahmat serta hidayah kepada kita, sehingga kita semua tetap istiqomah dalam addinul Islam, nikmat yang begitu besar berupa iman.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad Rasulullah SAW, semoga kita mendapatkan syafa'atnya diyaumul akhir kelak.

Para pembaca Pos Kupang yang dikasihi Allah SWT. Beberapa tahun terakhir ini di negeri kita Republik Indonesia tumbuh subur semangat dan niatan bersedekah. Dimana-manadi televisi, media masa, dan media sosial banyak menggaungkan keajaiban sedekah yang akan membuat harta kita berkah dan bahkan bertambah. Di tengah itu semua, muncul kebingungan pada sebagian orang; kemana sebenarnya kita harus mengarahkan dana sedekah kita? Bagaimana sesungguhnya anjuran Islam dalam memilih sasaran sedekah kita?

Juvenile Bantah Intervensi Direksi Bank NTT

Secara umum sedekah bisa kita berikan kepada siapa saja, dengan prioritas sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur'an surah al baqarah ayat 215 yang artinya: "

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan."

Empat Sampel Swab Sudah Dikirim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Manggarai

Akan tetapi secara khusus, Ibnu Qudamah dalam Kitab Mukhtasor Minhajul Qoshidin menyebutkan beberapa kriteria mereka yang berhak menerima sedekah kita, masing-masing:

Pertama: Mereka yang bertakwa dan berilmu, bukan ahli maksiat. Rasulullah SAW telah memberi isyarat dengan melarang mengundang orang fasiq dalam jamuan makan yang kita adakan, beliau bersabda: "Janganlah berteman kecuali dengan seorang mukmin, dan jangan makan makananmu (yang engkau sediakan) kecuali orang bertakwa" (HR AbuDaud). Memberikan sedekah kepada orang yang bertakwa dan berilmu, akan memudahkannya dalam melaksanakan amal ibadah dan juga penyebaran ilmunya. Sebaliknya, memberikan sedekah kepada orang yang ahli maksiat, hanya akan menambah amunisi baru baginya dalam bermaksiat. Tentu hal yang paling kita takutkan adalah jika harta kita turut membantu memperluas kemaksiatannya. Allah SWT berfirman dalam surah al-maidah ayat 2: " janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran".

Kedua: Mereka yang benar-benar membutuhkan. Ukuran membutuhkan memang akan sangat subjektif. Namun bisa kita lihat dari kondisi seseorang secara umum, kehidupan sehari-hari, jumlah tanggungan, kondisi kesehatan, usia dan semacamnya. Meskipun demikian, perlu diutamakan juga kepada mereka yang membutuhkan namun tetap menjaga iffah atau kehormatan diri. Artinya tidak meminta-minta secara berlebihan dan berkelanjutan, apalagi menjadikannya sebagai proffesi. Allah SWT menyebutkan tentang mereka dalam Al-Qur'an surah al baqarah ayat 273 yang artinya: "Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak."

Ketiga: Diutamakan kerabat dekat terlebih dahulu. Secara khusus memberikan sedekah kepada kaum kerabat mempunyai keutamaan ganda, sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda: ''Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala, sedangkan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala; pahala bersedekah dan pahala bersilaturahim.'' (HR At-Tirmidzi). Orang yang terdekat bagi kita lainnya adalah para tetangga kita. Sedekah kita semestinya juga diprioritaskan bagi para tetangga, jangan sampai kita termasuk dalam gambaran sabda Rasulullah SAW: Bukanlah orang yang beriman bagi orang yang kenyang perutnya, sedangkan tetangganya kelaparan hingga tampak tulang rusuknya. (HR. Bukhari).

Demikian itu tadi kriteria-kriteria orang-orang yang berhak menerima sedekah, semoga kita semua selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT, sehingga kita selamat di dunia dan diakhirat kelak. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved