SPSI NTT: BLT untuk Pekerja

Ketua SPSI Provinsi NTT Drs Stanis Tefa mendesak pemerindah daerah segera mengintervensi bantuan kepada tenaga kerja PHK

Yen
Stanis Tefa 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( SPSI) Provinsi NTT Drs Stanis Tefa mendesak pemerindah daerah segera mengintervensi bantuan kepada tenaga kerja terdampak pandemi ( Covid-19).

Stanis Tefa mengatakan, semua sektor pekerjaan mengalami dampak yang luar biasa sehingga tidak sedikit pekerja mengalami pengurangan waktu kerja, dirumahkan dan pemutusan hubungan kerja ( PHK).

Ia menyebut sekitar 6000 pekerja NTT dirumahkan. "Saya minta pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota segera intervensi bantuan kepada tenaga kerja yang terdampak Covid-19," kata Stanis Tefa ketika dihubungi via telepon, Minggu (3/5) malam.

Hikmah RAMADHAN: Ramadhan dan Manajemen Waktu

Menurutnya, bantuan bisa berupa BLT dan JPS. Tenaga kerja yang terdampak perlu difasilitasi dengan Kartu Prakerja.

"Untuk Kartu Prakerja ini, bagi kami pemerintah jangan lagi buat pelatihan bagi para tenaga kerja. Tapi langsung beri mereka bantuan. Saat ini orang butuh makan minum, karena kerja tidak bisa lagi," tandasnya.

Saat di Atas Motor Uang Rp 21 Juta Milik Ibu asal Sikka Ini Dirampok

Ia mengatakan, dengan adanya protokol kesehatan menyangkut social distancing dan physical distancing maka semua sektor pekerjaan mengalami dampak.

"Kita harapkan pemerintah benar-benar segera perhatikan. Banyak sekali tenaga kerja kita di NTT yang alami dampak ini, terutama di perusahaan jasa. Kita dukung agar pemerintah bisa mendata secara baik tenaga kerja yang terdampak Covid-19 sehingga giliran penyaluran bantuan tidak tumpang tindih atau salah sasaran," imbuh Stanis Tefa. (yen)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved