Breaking News:

Hikmah RAMADHAN: Ramadhan dan Manajemen Waktu

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah SWT

Editor: Kanis Jehola
Hikmah RAMADHAN: Ramadhan dan Manajemen Waktu
ISTIMEWA
Chariul Pua Tingga

POS-KUPANG.COM - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji hanya kepada Allah SWT. Kita bersyukur karena Rahmat serta Hidayah Allah SWT hingga hari ini kita diberi kekuatan dan kesempatan untuk dapat menjalani hari-hari Ramadhan dengan penuh amal kebaikan.

Sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW nabi junjungan kita semua, yang mengisi Ramadhan dengan sepenuh amal yang berkah. Memberikan contoh kepada kita beragam amal yang disyariatkan dalam Ramadhan yang mulia. Semoga kita mampu meniru dan menjalankannya.

Para pembaca Pos Kupang umat Islam yang di Rahmati Allah SWT, waktu berjalan begitu cepat, begitu pula dengan bulan Ramadhan kali ini. Hari terus berganti, bulan dan demi bulan begitu cepat berlalu, begitu pula dengan tahun selalu berganti dengan cepat, tidak terasa hari ini sudah memasuki tanggal 12 Ramadhan, terasa baru kemarin kita menyambut bulan penuh ampunan ini.

Puluhan Pekerja Kontruksi dari Lembor Diperiksa Gugus Tugas Posko Covid-19 Mano, Manggarai Timur

Maka dari itu sebagai seorang muslim yang baik kita harus melakukan muhasabah atau evaluas idiri. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman pada surah Al Hasyr ayat 18 yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS Al Hasyr 18)

Salah satu yang perlu kita renungi adalah berjalannya waktu yang begitu cepat, terkadang membuat banyak orang lalai, sehingga saat usia menjelang senja, atau badan mulai terlihat renta, penyesalan itu datang begitu rupa. Rasulullah SAW telah berpesan: "Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya, (yaitu): masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masas empitmu, masa longgarmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu " (HR an-Nasa'i)

Saat di Atas Motor Uang Rp 21 Juta Milik Ibu asal Sikka Ini Dirampok

Agar kita tidak termasuk orang-orang yang lalai dengan berlalunya waktu dan berkurangnya usia kita, maka marilah kita renungkan beberapa hal yang diajarkan Islam untuk menjadikan waktu kita lebih barokah.

Pertama, mencari akhirat tanpa melupakan dunia Allah SWT berfirman dalam Al- Qur'an pada surah Al qosos ayat 77 yang artinya: "Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan". Ajaran syariat Islam yang luwas dan luwes memberikan peluang dan motivasi bagi setiap muslim untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Karenanya setiap muslim dituntut untuk mengisi waktunya dengan lebih tawazun (seimbang) antara beribadah, bekerja ataupun berdagang, agar senantiasa selaras antara kepentingan akhirat dan dunianya.

Kedua, meninggalkan hal-hal atau amalan-amalan yang sia-sia. Rasulullah SAW berpesan tentang kunci sukses mendapatkan waktu yang berkah, beliau
bersabda: "Sebagian dari bukti kebaikan keislaman seseorang adalah, meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya" (HR Malik). Waktu yang luang senantiasa menghadirkan ujian baru bagi kita, apakah menghabiskannya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ataukah menjadikannya sebagai momentum untuk memperbanyak amal?. Seorang muslim harus senantiasa mawas dengan waktu-waktu luang yang datang silih berganti menghiasi siang malamnya.

Para pembaca Pos Kupang umat Islam yang di Rahmati Allah. Ketiga, adalah memperbanyak amal yang mengalirkan pahala terus menerus. Beramal untuk akhirat bagaikan berinvestasi, kita menginginkan hasilnya terus akan mengalir pada diri kita, meski kita tak lagi hidup di dunia ini. Usia kita terbatas, tapi pintu pahala masih selalu akan terbuka jika kita memulai amal kebaikan yang selalu bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda: "Jika seorang manusia meninggal, maka terputus (pahala) amalnya, kecuali dari tiga sumber: shodaqo hjariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakannya" (HR Muslim). Inilah amal-amal bernilai investasi pahala yang tak akan surut, seperti; menuliskan ilmu dalam buku, atau mengajarkannya secara langsung, memberikan beasiswa pada pelajar, atau mewakafkan dan membangun masjid atau madrasah. Semua ini dengan niatan baik menjadi sumber pahala yang akan terus mengalir insya Allah, bahkan saat jasad kita telah menyatu dengan tanah sekalipun.

Akhirnya, semoga setiap berlalunya waktu senantiasa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi diri dan memperbanyak amal setelahnya, agar menjadikan waktu kita lebih berkah. Wallahua'lambisshowab. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved