Dalam Empat Bulan, Pegadaian Maumere Capai Target 2020

PT Pegadaian Cabang Maumere. Pertumbuhan kredit mencapai 9,6 persen bahkan telah memenuhi target Rp 134 miliar di pekan terakhir bulan April 2020.

POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Warga menggadaikan kain sarung ikat tenun ke PT Pegadaian Maumere di Pulau Flores, Selasa (28/4/2020). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Wabah pandemi virus Corona (Covid-19) masuk Indonesia sejak Maret 2020 telah melumpuhkan hampir semua sektor usaha. Pengecualian kemungkinan bagi PT Pegadaian.

Di saat banyak sektor usaha di Sikka `merayap', tidak demikian dengan  PT Pegadaian Cabang Maumere. Pertumbuhan kredit mencapai 9,6 persen bahkan telah memenuhi target  Rp 134 miliar di pekan terakhir bulan April 2020.

"Tahun 2020 target Rp 134 miliar sudah berhasil dicapai. Kami akan terus tingkatkan pelayanan kami kepada masyarakat. Kami akan kejar lagi target tantangan," kata Pimpinan Cabang PT Pegadaian Maumere, Anang Iswanto, Selasa (28/4) di Maumere.

Pencapaian target ini, demikian Anang, berasal dari semua produk PT Pegadaian yakni kredit aman cepat berupa gadai emas, gading dan kain sarung dan kredit non KCA semisal produk amanah, kredit mikro ultra dan multi guna.

"Trendnya semua produk naik sejak bulan Januari sampai saat ini. Tahun lalu target sekitar Rp 102 miliar tercapai Rp 122 miliar. Tahun ini target Rp134 miliar dicapai lebih cepat," katanya.

Menurut Anang, pencapaian target ini tidak lepas dari kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap Pegadaian. Mereka telah memahami manfaat langsung dari Pegadaian. Ia menyebutkan sertifikat tanah dan BPKB kendaraan bisa dimanfaatkan mendapat dana daripada disimpan di rumah.

Gadai Kain Tenun

Menjaminkan kain sarung ikat tenun untuk mendapatkan dana segar digandrungi warga Kabupaten Sikka. Dalam sehari berkisar 20-30 lembar kain sarung yang digadaikan.

"Kami berikan kemudahan dapatkan dana segar, daripada kain sarung disimpan di rumah lebih baik digadaikan," kata Anang Iswanto.

Anang menjelaskan, kisaran harga kain sarung ikat tenun bervariasi berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu/lembar, dapat dilakukan masyarakat pada tujuh kantor unit maupun cabang.

Anang tak bisa merincikan jumlah kain sarung yang digadaikan selama ini. Semua barang gadaian ini ditata secara rapi dalam rak-rak penyimpanan.

"Kain dibungkus plastik, diikat rapi kemudian ditata di dalam rak barang jaminan, sehingga mudah dicari ketika akan ditebus," kata Anang.

Gadai sarung, diakui Anang, kurang menguntung dari sisi bisnis. Namun terobosan ini semata-mata pelayanan dan mendekatkan Pegadaian dengan masyarakat Sikka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Moa)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved