Dampak Wabah Covid-19, Sebanyak 80 Anggota Kopdit Obor Mas Ajukan Relaksasi Kredit

Sekitar 80 anggota koperasi Obor Mas mengajukan relaksasi kredit karena terdampak wabah Covid-19

POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
General Manajer KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto Moat Lering 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE -Program relaksasi kredit mulai dilaksanakan manajemen KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Sikka. Sampai hari Kamis (23/4) sekitar 80-an anggota yang mengajukan permohonan kepada pengurus untuk mendapat relaksasi.

"Petugas lagi survei usaha anggota yang terdampak sekaligus pendataan. Permohonan yang mulai masuk sekitar 80-an orang. Kami tidak umumkan terbuka untuk menghindari masuknya `penumpang gelap," kata General Manajer KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto Moat Lering, Kamis (23/4) di Maumere.

Yanto, sapaan Frediyanto mengatakan, petugas lapangan lebih tahu kondisi anggota yang terdampak usahanya karena Covid-19. Saat ini dilaksanakan pendataan sekaligus survei usaha anggota.
Ditegaskanya, relaksasi tidak berlaku bagi anggota ASN melakukan pinjaman. Gaji atau pendapatannya tidak diturunkan pemerintah. "Gaji dan THR dibayar utuh, tidak mengalami penundaan pendapatan," tegas Yanto.

500 Polres Diinstruksikan Siap 10 Ton Beras untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Pemberian relaksasi ini, demikian Yanto, sejalan arahan pemerintah pusat.

Relaksasi kredit hanya diberikan kepada warga terdampak, omset usahanya mengalami penurunan karena Covid-19.

Yanto mengakui, banyak usaha riil anggotanya mengalami penurunan omset karena pembatasan sosial mencegah penularan Covid-19.

Ia mencontohkan usaha ojek, warung makan dan transportasi pariwisata. Wisatawan tidak masuk dan hotel menutup sementara usahanya."Di pasar juga, omset pedagang turun karena yang berbelanja kurang akibat pembatasan sosial," katanya.

Dampak penurunan omset, KSP Kopdit Obor Mas sebagai lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaaan memikirkan kemampuan mencicil.

Konsep relaksasi kredit yang akan ditempuh yakni pengurangan angsuran pokok pinjaman, pembebasan denda.

"Selama ini kalau anggota kurang setor dikenakan denda, namun dalam masa Covid-19 kekurangan setor tidak dikenai denda," kata Yanto.

Konsep lain yang ditawarkan dalam relaksasi kredit yakni memperpanjang jangka waktu kredit dengan membuat pinjaman baru. Angota terkena dampak melakukan pinjaman baru menutup pinjaman lama dengan jangka waktu yang baru lagi dan suku bunga yang diturunkan.

"Dia akan dapat suku bunga pinjaman baru, tapi bukan menurunkan suku bunga dari pinjaman yang lama. Dia harus lewati prosedur pinjaman baru untuk dapat suku bunga baru dengan jangka waktu yang diperpanjang," kata Yanto.

Alternatif lain dengan menambah modal usaha. Setelah krisis Covid telah normal, anggota yang membutuhkan modal usaha tambahan diberikan dengan pinjaman baru menutup pinjaman lama. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Moa)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved