Update Covid 19 di Belu: Pelaku Perjalanan Beresiko dalam Pantauan Bertambah 27 Orang

Selama tiga hari belakangan ini, Selasa-Kamis, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko Dalam Pantauan (PPDP) di Kabupaten Belu terus menurun.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau. 

Update Covid 19 di Belu: Pelaku Perjalanan Beresiko dalam Pantauan Bertambah 27 Orang

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Selama tiga hari belakangan ini, Selasa-Kamis, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko Dalam Pantauan (PPDP) di Kabupaten Belu terus menurun.

Namun, posisi Jumat (24/4/2020) bertambah lagi 27 orang sehingga total PPDP sebanyak 447 orang. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) berkurang 53 orang karena sudah selesai masa pemantauan sehingga total ODP sebanyak 14 orang. Sedangkan, PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil.

Demikian data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Jumat, 24 April 2020. Data tersebut hasil monitoring dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan se Kabupaten Belu hingga Jumat, 24 April 2020 Pukul 14:00 Wita.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE mengatakan, walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Tetap berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Cegah Corona, Dinkes Sumba Timur Terus Imbau Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

PPDP Di Ende Terus Meningkat Mencapai 2.715 Orang

5 Tips Suami Istri Intim saat Bulan Ramadan dan Tetap Sehat Jalani Ibadah Puasa

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci. (laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved