Kementan RI

Penyuluh Manggarai Timur Tetap Dampingi Petani Tanam Bawang Merah Meskipun Ditengah Ancaman Covid 19

Program ini guna mengantisipasi fluktuasi harga di pasaran dan masuknya bawang impor disamping untuk menjaga bawang merah tetap tersedia

Dok Kementan RI Kupang
Penyuluh Manggarai Timur Tetap Dampingi Petani Tanam Bawang Merah Meskipun Ditengah Ancaman Covid 19 

POS-KUPANG.COM - Dalam pengawasan dan arahan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui program Kostratani, petani melalui kelompok-kelompok tani mengembangkan tanaman bawang merah di wilayah NTT Termasuk petani yang ada di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur.

Program tersebut guna mengantisipasi fluktuasi harga di pasaran dan masuknya bawang impor dari negara lain disamping untuk menjaga bawang merah tetap tersedia.

Tanam bawang merah dilakukan di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Prov. NTT, pada kamis, (23/4) di lahan seluas 10 Ha varietas bauci . Di mana penanaman bawang merah ini dilakukan secara simbolis oleh Kelompok Tani Usaha bersama.

Kegiatan penanaman bawang merah yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19 ini mendapat apresiasi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi.

Kementan Bekerja Maksimal untuk Terus Tingkatkan Produksi Pangan

Kementan Optimis Stok Pangan Surplus Ditengah Pandemi Covid-19

"Saya apresiasi, mereka tetap aktif dengan memperhatikan protokol kesehatan. Tugas pertanian di saat pandemi COVID-19 harus lebih giat lagi dan tetap produktif," ujar Dedi, dikutip keterangan tertulis.

Menurut Penyuluh pertanian Manggrai Timur, Isnael,SP, mengatakan potensi pertanaman bawang merah di Manggarai masih tinggi.
Katanya di Manggarai Timur sudah bisa dikembangkan bawang merah terutama di lahan yang berada di dataran tinggi. Dimana cuacanya juga mendukung untuk pengembangan tanaman bawang merah.

"Hanya saja memang harus pintar untuk memilih benih dan varietas apa saja yang cocok agar jangan sampai gagal panen," katanya.

“Kami juga pastikan, proses tanam berlangsung aman sesuai protokol kesehatan yang berlaku di tengah wabah COVID-19. Kami pun memberi bimbingan kepada petani tata cara tanam bawang merah yang sesuai dengan protokol pengamanan COVID-19. Seperti anjuran untuk menggunakan masker/penutup wajah, menjaga jarak aman minimal satu meter, saat melakukan aktifitas tanam, dan senantiasa mencuci tangan dengan sabun setiap selesai melaksanakan aktivitas," tambahnya. (*)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved