Corona di Belu

Update Covid-19 di Belu: 50 ODP Selesai Masa Pemantauan

Jumlah Orang Dalam Pemantauan ( ODP) Corona Covid-19 di Kabupaten Belu yang selesai masa pemantuan sebanyak 50 orang

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay mencuci tangan dengan sabun di saat meninjau Posko Posko Tasain di Kecamatan Raimanuk, Selasa (21/4/2020). 

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA - Jumlah Orang Dalam Pemantauan ( ODP) Corona Covid-19 di Kabupaten Belu yang selesai masa pemantuan sebanyak 50 orang. Sedangkan yang masih dalam pemantuan saat ini sebanyak 14 orang.

Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu merasa bersyukur karena sampai dengan Selasa, 21 April 2020, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu yang rilis Selasa, 21 April 2020 Pukul 14:00 Wita menunjukkan, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 471 orang menurun sebanyak 11 orang dari jumlah kemarin sebanyak 482 orang.

Derita Anak Perbatasan Ende - Nagekeo Cari Signal di Pantai untuk Belajar Online, TV Juga Tak Punya

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 64 orang, berkurang 50 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 14 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE kepada wartawan mengatakan, data perkembangan penangan covid 19 di Kabupaten Belu di monitor dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan se Kabupaten Belu.

WKRI dan Pemuda Katolik Kota Kupang Membangun Sinergitas Membantu Masyarakat

Dari data yang ada, jumlah ODP dan Pelaku Perjalanan Beresiko dalam Pemantauan terus menurun. Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat. Berdiam diri di rumah saja, menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Cristoforus mengatakan, arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) agar semua masyarakat menggunakan masker sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab Belu. Bupati Belu, Willybrodus Lay sudah menghimbau seluruh masyarakat agar menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Cristoforus menambahkan, upaya Pemerintah Kabupaten Belu untuk menangani dan pencegahan covid 19 sudah dilakukan, baik di bidang penanganan kesehatan maupun dampak ekonomi masyarakat.

Sejauh ini, Pemkab Belu telah membangun empat posko pemantauan dan pencegahan di pintu masuk ke Kabupaten Belu yakni, Posko Tasain di Kecamatan Raimanuk. Petugas di Posko ini memantau perlintas orang dan kendaraan di jalur Trans Timor dari wilayah TTU-Belu.

Posko Teun, Kecamatan Raimanuk memantau perlintasan orang dan kendaraan dari wilayah Kabupaten Malaka, Posko Motadik, Kecamatan Kakulukmesak memantau perlintas orang dan kendaraan dari wilayah TTU bagian utara yakni, Wini-Belu dan Posko PLBN Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur memantau perlintasan orang dan barang dari negara Timor Leste. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved