Perempuan Harus Percaya Diri dan Berjiwa Besar
Para Perempuan NTT harus percaya diri dan berjiwa besar mewarisi nilai perjuangan RA Kartini memperjuangkan emansipasi wanita
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Para Perempuan NTT harus percaya diri dan berjiwa besar mewarisi nilai perjuangan RA Kartini memperjuangkan emansipasi wanita, kegigihan dan optimis membawa perempuan harus sepadan dengan kaum pria.
Semangat ini perlu diwarisi dalam bidang tugas masing-masing, entah sebagai ibu rumah tangga, pejabat birokrat, politisi, pengusaha dan lain-lain.
Hal ini disampaikan politisi Partai Nasdem, Kristien Samiyati Pati yang saat ini duduk di Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, memaknai Hari Kartini, 21 April, saat ditemui di kediamnnya, Perumahan Lopo Indah Permai, Minggu (19/4/2020).
• Pemerintah Kecamatan Noemuti Bangun Posko Siaga Corona Covid-19 di Perbatasan TTU dan TTS
Menurut Kristien, RA Kartini berjuang di zaman itu, bagaimana merubah mindset bahwa perempuan hanya bisa di dapur,di rumah saja dan perempuan adalah kaum lemah yang tidak boleh tampil di publik.
Hasil perjuangan RA Kartini, kata Kristien, ikut dirasakan kaum 'Kartini' bangsa ini hingga saat ini, sehingga p[erlu diisi dengan berbagai kegiatan yang membangun, kegiatan yang menumbuhkan rasa optimisme, rasa percaya diri dan berjiwa besar berkompetisi dengan kamum pria sebagai mitra, bukan musuh atau lawan.
• Di Lampu Merah El Tari Ende Warga Serbu Wartawan Minta Masker
Sebagai anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Nasdem dan legislator perempuan, Kristien mengaku harus bekerja keras memperjuangkan harkat dan martabat, hak-hak dasar perempuan agar mendapat perhatian dalam kue pembangunan. Kristien mengakui, perhatian perempuan sudah ada, sudah bertumbuh namun belum maksimal dan sejajar sehingga harus terus diperjuangkan, dengan tidak melanggar regulasi.
Kebutuhan perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, status sosial, sarana dan prasarana harus terus diperjuangkan agar setara dengan kaum pria. Dia mengakui, pemerintah sudah punya perhatian terhadap perempuan dan anak dengan mengalokasikan anggaran khusus, badan dan unit yang menangani, walaupun belum maksimal.
"Perhatian sudah terlihat, tinggal kita dorong supaya porsinya lebih besar lagi. Jika dicermati, kebutuhan perempuan lebih besar dari pria. Contoh kecil ketika seorang perempuan memasuki masa pubertas, kebutuhan air bersih lebih banyak dibandingkan dengan pria. Hal-hal kecil ini yang perlu diperhatikan," kata Kristien.
Bagi Kristien, remaja putri harus betul-betul disiapkan, baik pendidikan, kesehatan dan wasannya sebagai calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Kesehatan reproduksi seorang perempuan perlu disiapkan secara dini, stunting harus diatasi dengan baik, bahkan harus tidak ada lagi di NTT, sehingga melahrikan generasi NTT yang sehat dan cerdas.
Sebagai wakil rakyat daerah pemilihan Sumba yang dipercayakan duduk di Komisi V, Kristien mendukung program pemerintah terhadap perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan dan anak harus terus ditingkatkan supaya bisa keluar dari zona yang biasa saja menuju zona yang lebih maju.
Untuk itu, dirinya membangun kerja sama kemitraan bersama sesama anggota DPRD NTT dan pemerintah, agar apa yang diharapkan bisa tercapai.
"Kita perlu bekerja sama dengan siapa saja, di panggung politik yang penuh intrik kepentingan pun kita bisa duduk bersama membicarakan hak-hak perempuan. Tanpa perempuan negara ini rapuh, karena perempuan yang lebih tahu terhadap kebutuhan hidup," kata legislator perempuan yang sudah dua periode ini.
Sebagai politisi perempuan, Kristien memiliki resep, harus tetap santun, percaya diri dan berpikir maju, optimis dan bekerja keras. Dia mengimbau semua perempuan NTT, agar jangan berhenti belajar, belajar mendengar, membangun komunikasi dengan orang lain agar ide dan pikiran cerdas dapat diterima semua pihak.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gerardus Manyella)
