Realisasi FLPP di NTT Baru 10 Persen

penyerapan FLPP di Nusa Tenggara Timur baru mencapai 10 persen dari target tahun 2020. Salah satu penyebab endahnya penyerapan ini karena virus corona

Pos Kupang.com/Paul Burin
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penjualan perumahan di NTT juga mengalami stagnant karena Covid-19 ini. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tidak bisa keluar rumah, berpergian (social distance, work from home) sehingga ini berdampak pada penjualan perumahan.

Ketua REI NTT, Bobby Pitoby, di Kupang, Sabtu (18/4), mengatakan di NTT penyerapan FLPP masih sangat minim, dari akhir tahun lalu sudah mengalami masalah dengan kuota, ditambah diawal tahun ini Covid-19.

Disebutkannya dari target 3000 unit rumah ditahun ini, baru terserap hanya 300 unit saja atau baru 10 persen

Ia berharap semoga pandemi ini segera berakhir. Karena ini merupakan masalah bagi semua orang di dunia.

Saat ini, kata Bobby, manajemen menerapkan social distance. Dimana kantor masih berjalan normal seperti biasanya, hanya karyawan yang bekerja di kantor dibagikan shift agar kantor tidak penuh dengan karyawan.

"Dalam keadaan seperti ini kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk tidak melakukan PHK terhadap karyawan. Akan tetapi, kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung. Kalau masalah ini berlangsung lama, dengan terpaksa perusahaan akan melakukan PHK," ungkapnya.

Karena, kata Bobby, sampai saat ini sudah 1,5 bulan ini perusahaan tidak ada penghasilan (cash inflow) sedangkan pengeluaran terus berjalan. Jadi jika hal ini berlangsung lebih lama, dikhawatirkan bahwa akan ada PHK besar-besaran. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved