Kamis, 23 April 2026

DPRD Ende Minta PDAM Bebaskan Biaya Rekening Air Warga, Simak Alasannya

DPRD Kabupaten Ende meminta agar PDAM Ende memotong atau membebaskan warga dari kewajiban untuk membayar rekening

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Yustinus Sani 

DPRD Ende Minta PDAM Bebaskan Biaya Rekening Air Warga. Apa Alasannya. Simak Liputan Berikut

POS-KUPANG.COM|ENDE--DPRD Kabupaten Ende meminta agar PDAM Ende memotong atau membebaskan warga dari kewajiban untuk membayar rekening selama masa endemic virus corona.

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Yulius Cesar Nonga mengatakan hal itu kepada POS KUPANG.COM, Senin (20/4) di Ende.

Yulius mengatakan bahwa selama masa tanggap darurat atau endemic virus corona saat ini masyarakat Kabupaten Ende khususnya yang ada di Kota Ende mengalami kesulitan ekonomi.

Oleh karena itu pemerintah diminta untuk mencari solusi mengatasi kesulitan yang ada. Salah satu cara untu membantu masyarakat adalah dengan membebaskan biaya rekening air warga khususnya untuk mereka yang berpenghasilan rendah.

Menurutnya masyarakat yang berpenghasilan rendah sangat merasakan kesulitan ekonomi di masa tanggap darurat covid 19 karena mereka harus kehilangan pekerjaan atau pendapatan yang selama ini mereka jalani.

Dikatakan selain bantuan sembako maka pemerintah bisa membantu masyarakat dengan membebaskan masyarakat dari kewajiban membayar rekening air PDAM.

Secara terpisah Dirut PDAM Ende, Yustinus Sani SE yang dikonfirmasi mengenai wacana pembebasan rekening air bagi warga mengatakan bahwa PDAM Ende pada prinsipnya bisa saja melakukan hal tersebut apabila memang ada subsudi atau ada bantuan pemerintah untuk para pelanggan PDAM Ende.

“Kalau pemerintah yang menanggung biaya rekening untuk masyarakat maka kami tinggal menyiapkan data-data pelengkap untuk diberikan kepada pemerintah,”kata Yustinus.

Menurut Yustinus, PDAM Ende tidak bisa secara langsung memberikan keringanan atau pembebasan pembayaran rekening air kepada warga yang terkena covid 19 karena PDAM Ende sendiri mengalami kesulitan finansial.

“Pelanggan yang belum bayar rekening air saja mencapai ratusan juta dan apabila harus dipotong lagi untuk membantu warga yang terkena dampak covid 19 tentu akan semakin memberatkan PDAM,”kata Yustinus.

Menurut Yustinus, untuk membantu warga yang terkena dampak covid 19 bisa saja dilakukan yang terpenting ada bantuan dari pemerintah.

TNI Angkatan Laut dan Udara Terima Bantuan MCT dari Aksi ETIKA

Gugus Tugas Covid -19 Pantau 1 Pasien PDP Di Ende

100 Warga Manubura Terima Bantuan sembako dari Penyuluh KB Sikka

“Bisa saja secara politik DPRD dan pemerintah duduk bersama mencari solusi untuk membantu warga dengan membebaskan warga dari kewajiban membayar rekening air dan sumber dana dari pemerintah bukan langsung dari PDAM,”kata Yustinus.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved