Rabu, 6 Mei 2026

Kesehatan

Waspadai dan Kenali Penyakit Hernia Serta Cara Mengatasinya

Waspadai dan Kenali Penyakit Hernia Serta Cara Mengatasinya. Simak baik-baik ya

Tayang:
Editor: maria anitoda
Istimewa
Waspadai dan Kenali Penyakit Hernia Serta Cara Mengatasinya 

WASPADAI DAN KENALI PENYAKIT HERNIA SERTA CARA MENGATASINYA

Oleh : dr.Maria Melita Lake

Seringkali kita sebagai masyarakat sering menyepelekan suatu penyakit dan membiarkan sampai sudah kondisi buruk barulah dibawa ke RS.

Seperti halnya penyakit Hernia ini haruslah kita kenali lebih awal. Hernia (usus turun) adalah kondisi penonjolan organ, seperti usus dan jaringan yang ada di dalam perut, ke area inguinal (selangkangan).

Hernia tidak memandang usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia bisa menderita penyakit ini. penyakit ini sering diderita kaum pria , 25% dan sebanyak 2% wanita mengalami hernia inguinalis.

Insidens hernia meningkat dengan bertambahnya umur karena meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan pada otot perut dan berkurangnya kekuatan jaringan penunjang.

Pada umumnya keluhan pada orang dewasa berupa benjolan di lipat paha yang timbul pada waktu mengedan, batuk, atau mengangkat beban berat, dan menghilang waktu istirahat baring.

Sebagian besar hernia adalah asimtomatik(tidak menimbulkan heluhan) , dan kebanyakan ditemukan pada pemeriksaan fisik rutin dengan perabaan pada benjolan.

Salah satu tanda pertama hernia adalah adanya massa dalam daerah inguinalis manapun atau bagian atas skrotum (kantung zakar) .

Dengan berlalunya waktu, sejumlah hernia turun ke dalam skrotum sehingga skrotum membesar.
Faktor penyebab terjadinya hernia, karena obesitas, merokok, atau mengalami gizi buruk.

Sementara hal yang bisa menyebabkan tekanan di perut, di antaranya: Sering mengangkat benda berat,diare atau konstipasi dan Batuk.

Untuk mendiagnosis hernia inguinalis, dokter akan melakukan tanya jawab atau anamnesis seputar keluhan, riwayat aktivitas, operasi, dan cedera di area perut sebelumnya.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk dengan melihat dan menyentuh hernia. Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan meminta pasien untuk berdiri, batuk, atau mengejan agar hernia yanga da terlihat atau dapat diraba lebih jelas.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan USG, CT scan, dan MRI, bila hasil belum mengarah ke Hernia.
Pengobatan hernia adalah melalui prosedur operasi. Prosedur ini dilakukan untuk memasukkan kembali organ atau usus yang menonjol dan menguatkan bagian dinding perut yang lemah.

Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke pangkal kantong hernia, kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi( dikembalikan ketempat semula di dalam rongga perut).

Kantong hernia dijahit dan diikat setinggi mungkin lalu dipotong. Pada hernioplasti dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus ( pintu tempat keluarnya hernia) dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis (saluran hernia) . Cara ini lebih baik dalam mencegah terjadinya residif ( kekambuhan berulang) dibandingkan dengan herniotomi Namun jika terjadi komplikasi saat operasi, maka perawatan di rumah sakit dapat berlangsung lebih lama.

Selama masa pemulihan, pasien tidak diperbolehkan mengangkat beban yang berat, dan dianjurkan untuk tidak berolahraga dahulu selama sekitar 6 minggu.

Setelah itu, pasien dapat kembali beraktivitas secara normal. (*) 



Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved