Breaking News:

Virus Corona

Virus Corona Bisa Mati Sendiri Tanpa Dibunuh? Begini Penjelasan Pakar IDI

Benarkah virus corona bisa mati sendiri tanpa dibunuh? Pakar IDI Abidinsyah Siregar beberkan fakta sebenarnya

Editor: Adiana Ahmad
Kolase/pixabay/getty images
Kasus Virus Corona Tembus 2 Juta, Kapan Corona Berakhir? Survei Menyebutkan 4 Bulan Lagi, Benarkah? 
Virus Corona Bisa Mati Sendiri Tanpa Dibunuh? Begini Penjelasan Pakar IDI
POS-KUPANG.COM - Kabar terbaru menyebutkan Virus corona atau Covid-19 yang menular ke tubuh individu ternyata berpotensi bisa mati dengan sendirinya.

Namun, tergantung dari kondisi tubuh yang ditular.
Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Abidinsyah Siregar menjelaskan, hal ini bisa terjadi jika virus corona yang tertular pada tubuh manusia sudah melalui 14 hari masa inkubasi virus.

Kendati demikian, sistem kekebalan imun individu yang telah tertular virus corona dipertaruhkan selama masa inkubasi 14 hari ini.

Kebohongan Besar China Terbongkar Soal Corona, Bernarkah Bersumber Dari Wuhan? Ini Faktanya

Ia kemudian menjelaskan proses yang terjadi saat tubuh terinfeksi virus corona.

Hal paling penting, lanjutnya, ialah perilaku virus yang mempertahankan kehidupan tergantung inangnya.

Kasus Corona di Indonesia Berada di Urutan Pertama di ASEAN (kolase TribunStyle.com)

"Ada yang berinang di nyamuk, ada yang di burung, sekarang virus corona kan semestinya berinang di hewan yang sebelumnya menjadi inang, " ujar Abidinsyah dalam diskusi bertajuk "Ikhtiar Melawan Corona" yang digelar secara daring pada Sabtu (18/4/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat ini, virus corona ingin bertahan hidup di tubuh manusia.

Ia melanjutkan, yang disasar adalah paru-paru manusia.

"Setelah menginfeksi, dengan cepat virus corona menyerang paru-paru sehingga ruang dalam paru-paru dikuasai."

"Hal ini menyebabkan individu gagal napas," ucap Abidinsyah.

Di Tengah Wabah Corona, Anies Baswedan Tagih Pusat Dana Bagi Hasil, Ini Reaksi Sri Mulyani

Proses ini terjadi sedemikian rupa.

Selain itu, saat sudah menginfeksi, terjadi pertarungan antigen dengan antibodi di dalam tubuh.

"Pertarungan itu akan terjadi seperti lomba sprint."

"Virus akan bertahan selama 14 hari."

"Kalau lewat, virus sudah kehabisan kemampuan bertahan, lalu mati sendiri," ucap Abindinsyah.

Setelah itu, dia menyebutkan bahwa tubuh individu akan memunculkan kemampuan antibodi.

"Akan tetapi perlu diingat bahwa selama 14 hari inkubasi tadi sistem imun tubuh dipertaruhkan," kata Abindinsyah.

Dia pun mengingatkan bahwa saat ini belum ada obat dan vaksin untuk menyembuhkan atau mencegah Covid-19.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan masyarakat adalah menyingkirkan sumber penularan dengan orang-orang yang berpotensi tertular.

"Itu terpaksa kita lakukan dan hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang," kata dia. (TribunNewsmaker/ *)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Berpotensi Mati dengan Sendirinya, Ini Penjelasan Pakar IDI".

Jubir Corona, Achmad Yurianto
Jubir Corona, Achmad Yurianto (Tribunnews.com)

Juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus Corona, Achmad Yurianto . 

Sementara itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang membuat kasus Covid-19 bertambah.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir hingga Sabtu (18/4/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 325 kasus Covid-19 di Indonesia.

Kasus baru tersebut membuat jumlah total kasus Covid-19 di Tanah Air kini menjadi 6.248 pasien.

Hal ini diungkapkan Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Sabtu sore.

"Sampai dengan hari ini ada 325 kasus baru sehingga total menjadi 6.248," ujar Achmad Yurianto.

12 Jam Setelah Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona, Pasien Berumur 41 Tahun Ini Meninggal Dunia

Data yang sama juga menunjukkan bahwa ada penambahan 24 pasien yang kini dinyatakan negatif virus corona setelah menjalani dua kali pemeriksaan.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh ada 631 orang.

Namun, masih ada kabar duka dengan masih tercatatnya penambahan pasien meninggal setelah dinyatakan positif virus corona.

Ada 15 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam kurun waktu Jumat hingga Sabtu siang ini.

"Ada (penambahan) 15 pasien meninggal sehingga totalnya menjadi 535," kata Yuri.

Kasus baru di 22 provinsi

Data pemerintah memperlihatkan bahwa penambahan kasus baru terjadi di 22 provinsi. Penambahan tertinggi masih tercatat di Ibu Kota.

DKI Jakarta mencatat 109 kasus baru dalam kurun waktu Jumat hingga Sabtu ini. Dengan demikian, total ada 2.924 kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Kasus baru dalam jumlah cukup tinggi juga tercatat ada di Jawa Timur dengan 33 kasus baru dan Sumatera Selatan dengan 30 kasus baru.

Berikut sebaran kasus baru yang terjadi di 22 provinsi berdasarkan data 18 April 2020:

1. DKI Jakarta: 109 kasus baru

2. Jawa Timur: 33 kasus baru

3. Sumatera Selatan: 30 kasus baru

4. Jawa Tengah: 25 kasus baru

5. Kepulauan Riau: 21 kasus baru

6. Kalimantan Selatan: 18 kasus baru

7. Sulawesi Selatan: 11 kasus baru

8. Banten: 10 kasus baru

9. Kalimantan Timur: 10 kasus baru

10. Jawa Barat: 9 kasus baru

11. Sumatera Barat: 9 kasus baru


12. Bali: 7 kasus baru

13. Kalimantan Tengah: 6 kasus baru

14. Papua: 6 kasus baru

15. NTB: 4 kasus baru

16. Riau: 4 kasus baru

17. Kalimantan Utara: 3 kasus baru

18. Maluku: 3 kasus baru

19. DIY: 3 kasus baru

20. Sulawesi Utara: 2 kasus baru

21. Sulawesi Tenggara: 1 kasus baru

22. Aceh: 1 kasus baru

Total: 325 kasus baru

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 6.248, Bertambah 325".

//

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved