Advertorial

Kepedulian KORPRI Kementan terhadap Dampak Covid-19

Jum’at (17/4) pada pukul 10.00 WIB di Agricultural War Room (AWR) Kementerian Pertanian

Dok
Kepedulian KORPRI Kementan terhadap Dampak Covid-19 

“Pahlawan bukan hanya dokter dan tenaga medis. Kita semua yang menyiapkan pangan untuk rakyat adalah pahlawan. Petani dan penyuluh dipersiapkan di garis depan.”

Itulah salah satu pembangkit semangat dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam pertemuan virtual melalui video conference dalam acara penyaluran bantuan KORPRI Kementan untuk orang-orang yang membutuhkan.

Acara tersebut dilaksanakan pada Hari Jum’at (17/4) pada pukul 10.00 WIB di Agricultural War Room (AWR) Kementerian Pertanian.

Dalam penyaluran bantuan tersebut dihadiri oleh Pejabat eselon I, SKM, serta peserta khusus dari 7 Unit Kerja Kementan di Sekretariat Jenderal, Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Perternakan dan Kesehatan Hewan, Dirjen Perkebunan, Balitbangtan, Badan Karantina Pertanian, dan BPPSDMP.

Dari laporan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kementan, Maman Suherman, diperoleh lebih dari 2,6 miliar rupiah dari pusat dan Satker Kementan. Sumbangan ini akan disalurkan dalam bentuk sembako untuk 154 satker kementan dengan jumlah penerima sebanyak 12.779 orang yang berasal dari ASN dengan grade di bawah 5, tenaga kontrak/THL, petugas taman, pramusaji, pengemudi, dan masyarakat yang membutuhkan di sekitar Satker masing-masing.

SYL sangat mengapresiasi dari kegiatan KORPRI tersebut. “Orang yang berbuat baik, maka kebaikan akan Kembali kepada mereka”, ungkap SYL. Dalam pertemuan virtual tersebut, Mentan juga menyampaikan bahwa ada 2 solusi untuk mencegah Covid-19 atau yang lebih dikenal dari Korona ini.

Pertama, medical solution yaitu kegiatan yang fokus kepada menjaga Kesehatan mulai dari konsumsi vitamin sampai jamu tradisional dari rempah-rempah. Selanjutnya adalah food solution yaitu bagaimana caranya agar rakyat tetap bisa makan dalam kondisi wabah sekarang ini karena makan adalah satu hal penting untuk menjaga Kesehatan. Dalam hal ini tugas kementan lah dengan menjaga pangan seluruh rakyat Indonesia agar tetap sehat.

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan Mentan dalam acara tersebut. SYL mengungkapkan bahwa bukan besar kecil nominal uang yang dikumpulkan atau banyak sedikit sembako yang diberikan, tetapi lebih kepada kebersamaan meskipun dalam keadaan yang sulit seperti sekarang ini.

“Kepedulian dan kebersamaan inilah yang harus kita jaga bahkan jika wabah ini sudah berakhir”, imbuh SYL.

Selaras dengan Mentan, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa Pertanian tidak boleh berhenti, maka semangat dan kebersamaan inilah yang akan menyelamatkan.

“Pertanian tidak mengenal krisis dan ekspor harus tetap jalan asalkan kita menjaga semangat dan kekompakan. Selain itu bekerja dengan tulus dan menjaga kebersamaan saat penting di saat musibah maupun tidak”, tegas Dedi

Salah satu Satker yang mewakili BPPSDMP adalah SMK PP Negeri Kupang. Melalui pertemuan virtual tersebut, Kepala SMK PP N Kupang, Stepanus Bulu, melaporkan dana yang terkumpul di sekolah pertanian di NTT tersebut sebanyak Rp. 6.250.000,00 dan akan diberikan dalam bentuk sembako kepada 32 THL.

Dalam acara pemberian simbolis tersebut diberikan kepada petugas taman dan pramusaji.

“Kami sangat bersyukur, Kementan menginisiasi kegitan kepedulian seperti ini di tengah-tengah wabah dan keadaan sulit saat ini”, tutur Stepanus. Ke depannya SMK PP N Kupang akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuh di sekitar sekolah. (*)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved