Pemkab Belu Rapat Bersama Uskup Atambua Terkait Pencegahan Covid 19

Pemerintah Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi dengan Uskup Atambua bersama Forkompimda plus tentang penanganan dan pencegahan vi

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
RAPAT---Pemerintah Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi dengan Uskup Atambua bersama Forkompimda plus tentang penanganan dan pencegahan virus corona atau covid 19 di Kabupaten Belu, di Aula Emaus Keuskupan Atambua, Jumat (17/4/2020). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Pemerintah Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi dengan Uskup Atambua bersama Forkompimda plus tentang penanganan dan pencegahan virus corona atau covid 19 di Kabupaten Belu.

Rapat koordinasi ini untuk mempertajam lagi upaya pencegahan covid 19 yang lebih efektif yang dapat dilakukan gugus tugas. Pasalnya, selama ini masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.

Selain itu, Pemerintah juga meminta pikiran-pikiran konstruktif dari tokoh agama dan forkompimda dalam upaya pencegahan penularan covid 19 serta langkah-langkah kongkret yang segera dilaksanakan.

Rapat berlangsung di Aula Emaus Keuskupan Atambua, Jumat (17/4/2020). Rapat dipimpin Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr dan Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan.

Hadir dalam rapat yakni, Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr, Kapolres Belu AKBP Cliffry Steiny Lapian, Dandim 1605 Belu Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho, Kejari Belu Alfons Loe Mau, Plt Sekda Belu, Marsel Mau Meta, Kepala Bea Cukai, Tribuana Wetangterah, Perwakilan Imigrasi,
Pater Vikjen Keuskupan Atambua, dan sejumlah pimpinan OPD selalu koordinator bidang gugus tugas.

Pada kesempatan itu, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr mengatakan, Keuskupan Atambua sudah menjalankan himbuan pemerintah terkait dengan physical distancing. Keuskupan Atambua telah meniadakan kegiatan rohani terpusat tetapi dilakukan secara online, seperti perayaan misa online.

Menurut Uskup, satu hal yang belum efektif dilakukan adalah pengawasan warga yang masuk ke Belu dari luar daerah. Kemudian, aktivitas masyarakat di luar rumah masih tinggi. Terhadap kondisi ini, Uskup Domi meminta pemerintah segera melakukan pengawasan secara ketat dan efektif terhadap warga yang masuk ke Kabupaten Belu.

Uskup Domi meminta kepada Bupati Belu untuk minta izin kepada presiden melalui gubernur agar WNA asal Timor Leste yang hendak pulang tidak melalui Kabupaten Belu tetapi melalui jalur udara atau laut yang langsung ke Timor Leste. Alasannya jelas bahwa Belu adalah daerah perbatasan yang sangat rentan dengan penularan covid 19 manakala kita lengah dalam pengawasan.

Uskup mengajak masyarakat agar mematuhi himbuan pemerintah tentang physical distancing. Pasalnya selama ini aktivitas masyarakat di luar rumah, di jalan masih tinggi. Uskup menyadari kesadaran publik untuk physical distancing belum bagus sehingga dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Terhadap kondisi ini, Uskup Domi meminta pemerintah untuk melakukan pendektan yang lebih tegas terhadap masyarakat yang msih berkumpul. Pada prinsipnya tokoh agama mendukung pemerintah untuk lebih tegas dalam mengawasi masyarakat namun tetap humanis.

Menjawab permintaan Uskup, Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan, pemerintah sudah membentuk posko dan segera mungkin setiap posko yang ada di pintu masuk Kabupaten Belu akan ditempatkan personil. Tugasnya melakukan pengawasan setiap orang yang masuk ke Belu, seperti pemeriksaan suhu badan, semprot disinfektan dan memberikan protokol kesehatan.

Terkait kesadaran masyarakat akan physical distancing maka pemerintah bersama aparat keamanan akan melakukan penertiban.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Belu dalam waktu dekat akan membagikan masker gratis kepada masyarakat Belu. Dan saat ini, pemerintah sudah menghimbau kepada masyarakat agad wajib memakai masker. Warga yang kedapatan tidak memakai masker akan diberi tindakan. (jen).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved