Corona di NTT

Pemkot Kupang Koordinasi Penanganan Covid-19 dengan RS Second Line di Kota Kupang

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah mengeluarkan SK tentang Rumah Sakit Second Line di Kota Kupang. Ada empat rumah sakit di Kota Kupang ya

POS KUPANG.COM/INTAN NUKA
Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka.

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah mengeluarkan SK tentang Rumah Sakit Second Line di Kota Kupang. Ada empat rumah sakit di Kota Kupang yang telah ditunjuk, yakni RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, RS Tingkat III Wirasakti Kupang, dan RS Siloam Kupang..

Menyikapi surat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan koordinasi dengan para direktur rumah sakit di Kota Kupang pada Rabu, (15/4/2020) terkait langkah penanganan pasien Covid-19 dan alur penanganan penderita.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang Herman Man menegaskan, semua temuan kasus Covid-19 di Kota Kupang baik yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang maupun rumah sakit second line dan non second line harus dibawa ke klinik Covid-19 di RSUD S. K. Lerik.

Rumah sakit tersebut sedang menyiapkan 10 ruang isolasi yang akan diisi dengan 20 tempat tidur. Jika ruang isolasi penuh, maka RSUD S. K. Lerik akan melaporkan hal tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang untuk mengalihkan pasien ke rs second line lainnya. RS second line hanya menangani pasien dalam kategori ODP dan PDP ringan/sedang. PDP bert harus langsung dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

Lanjut Herman, jika ada pasien yang memeriksakan diri ke rumah sakit non second line, maka pihak rumah sakit bisa melayani pasien dan melakukan klaim pembayaran ke BPJS setelah ada notifikasi dari Dinkes Kota Kupang. Perlakuan lanjutan akan ditangani RS second line karena RS rujukan hanya menerima pasien dari RS second line.

Efek Virus Corona, Susah Dapat Makan,Warga Minta Beras Ke Rumah Bupati Sikka

Ia menambahkan, kebijakan tersebut berkaitan dengan penggunaan APBD sehingga prioritas mereka ialah warga Kota Kupang yang dibuktikan dengan KTP dan KK atau orang yang sedang berkunjung ke Kota Kupang dengan bukti surat jalan atau surat tugas. Namun, ia menegaskan agar urusan administrasi tidak menghambat pelayanan pada pasien.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr Fauzi Lukman Nurdiansyah, MM mengapresiasi usaha Pemkot Kupang untuk melakukan koordinasi dengan berbagai sektor. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi pendobelan klaim dari pihak rumah sakit karena sudah ada dukungan dari APBN dan APBD. Ia juga menyampaikan bahwa BPJS siap menerima klaim rumah sakit selama orang tersebut memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

KELAPARAN, Perempuan Ini Tega Melemparkan 5 Anaknya ke Sungai di Tengah Lockdown, SEDIH

Pemkot Kupang akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat rumah sakit tersebut. Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di RS second line.

MISTERIUS: Para Pakar Medis Bingung, Infeksi Corona Virus di AFrika Menurun Tajam, Ada Apa Terjadi?

Selain itu, Pemkot Kupang tengah berkoordinasi dan melakukan negosiasi dengan sejumlah hotel yang akan digunakan sebagai tempat istirahat tenaga medis selama menangani pasien Covid-19.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes beserta jajarannya. (cr1)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved