Corona Virus

Kematian karena Corona Amerika Serika Terbesar Melampaui Italia, Dalam 24 Jam 2.000 Kematian

Amerika Serikat ( AS) menjadi negara pertama di dunia yang mencatatkan lebih dari 2.000 korban meninggal akibat virus corona dalam sehari

Editor: Ferry Ndoen
REUTERS/Martin Pollard via Kontan
Ilustrasi - 18 Dokter Meninggal Dunia Akibat Corona Covid-19, Salah Satunya dr Ketty yang Sempat Merawat Menhub 

POS KUPANG.COM-- Penguburan massal korban virus corona di AS. Terakhir AS cetak rekor kematian terbanyak dalam 24 jam yakni 2.000 orang. 

- Amerika Serikat ( AS) menjadi negara pertama di dunia yang mencatatkan lebih dari 2.000 korban meninggal akibat virus corona dalam sehari.

Angka tersebut tercatat pada Jumat (10/4/2020), yang membuat Negeri "Uncle Sam" kian muram di saat miliaran orang di seluruh dunia merayakan hari Paskah.

Dilansir dari AFP, pada Jumat AS melaporkan 2.108 korban meninggal baru yang merupakan jumlah korban harian tertinggi dibandingkan negara mana pun.

Jenazah korban virus corona dimakamkan di pemakaman massal Hart Island, New York, Amerika Serikat (AS). Foto diambil pada 9 April 2020 menggunakan drone
Jenazah korban virus corona dimakamkan di pemakaman massal Hart Island, New York, Amerika Serikat (AS). Foto diambil pada 9 April 2020 menggunakan drone ((LUCAS JACKSON/REUTERS))

Dengan lebih dari 500.000 kasus infeksi Covid-19 yang dilaporkan, AS juga memiliki kasus virus corona terbanyak di dunia.

Sementara itu jumlah kasus secara global kini mencapai lebih dari 1,7 juta dan jumlah kematian melewati angka 103.000 pada Jumat.

Bahkan data terupadate via worldometer.info total kematian di AS sudah menyalip Italia.

Dengan tambakan 1.743 kematian baru, total korban meninggal dunia karena corona di AS menjadi 20.460 orang.

Angka itu menyalip Italia yang mencatatkan total kematian 19.468 orang. (lihat tabel)

Update virus corona dunia. AS bukan saja jadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, tapi juga jumlah kematian terbanyak susul Italia. (www.worldometers.info)
Namun Presiden Donald Trump mengatakan, dengan jumlah kasus di AS yang "mendekati puncaknya" dan physical distancing yang bekerja dengan baik, dia mempertimbangkan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.

Trump mengakui risiko kematian akan lebih tinggi jika bisnis dimulai kembali terlalu cepat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun pada Jumat telah memperingatkan negara-negara agar tidak mencabut lockdown terlalu cepat.

Dirawat Akibat Virus Corona, Wali Kota Bogor Bima Arya Pulang Akhirnya dari Rumah Sakit

"Tapi tahukah Anda? Tetap di rumah menyebabkan kematian juga," kata Trump menunjuk pada penderitaan ekonomi besar-besaran bagi jutaan orang AS.

Awal Mei Gubernur New York Andre Cuomo mengatakan, jutaan orang di negara bagian harus dites virus corona sebelum perekonomian dimulai lagi.

New York sendiri adalah negara bagian dengan dampak Covid-19 terparah di Negeri "Uncle Sam" dengan 172.358 kasus dan 7.844 korban meninggal hingga Sabtu (11/4/2020).

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved