Renungan Kristen Katolik, Hari Jumat Agung, Misericordiae Domini : Belas Kasihan Ilahi
Yesus Wafat. Ia mengampuni dan menebus dosa umat manusia. Ia hadirkan belaskasih dan pengampunan Allah bagi dunia.
Renungan Kristen Katolik, Hari Jumat Agung, Misericordiae Domini : Belas Kasihan Ilahi
Jumat 10 April 2020
Oleh RD. Maxi Un Bria
Yes. 52:13-53:12;Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25;Ibr. 4:14-16; 5:7-9;
Yoh. 18:1-19:42 warna liturgi Merah
Misericordiae Domini : Belas Kasihan Ilahi
Lihatlah di atas kayu salib. Yesus Wafat. Ia mengampuni dan menebus dosa umat manusia. Ia hadirkan belaskasih dan pengampunan Allah bagi dunia.
Narasi dan dramatisasi Pengadilan dan Penyaliban Yesus disaksikan para murid terdekat dan khalayak. Yesus tahu bahwa Ia akan menjalani semuanya untuk menebus dosa umat manusia. Itulah sebabnya terhadap semua pertanyaan Pilatus saat pengadilan berlangsung, Yesus menjawab dengan lugas, tegas dan jujur. Yesus meberikan kesaksian yang jujur sebagai Putera Allah.
“ Engkau mengatakan bahwa Aku adalah Raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku bersaksi tentang kebenaran .” ( Yoh 18 :37 ) Yesus adalah jalan kebenaran dan kebenaran itu sendiri. Kebenaran telah memberanikan-NYA memberikan kesaksian tentang Allah dan keselamatan.
Kesaksian tentang Kebenaran inilah juga memerdekan dan membebaskan-NYA dari kematian menuju kebangkitan yang mulia.
Yesus berani mengatakan secara jujur dan benar, sekalipun disiksa , dihujat, dan menerima berbagai cambukan. Ia menjalani pengadilan dan hukuman sampai selesai, sebagai bukti kesetiaan-Nya kepada Bapa dan dan cinta serta pengorbanan bagi umat manusia.
Keberanian dan kejujuran Yesus dalam mengatakan kebenaran, bertolak belakang dengan sikap Rasul Petrus yang selama periode dan proses pengadilan terhadap Yesus justeru memperlihatkan sikap menyangkal atau mengatakan yang tidak jujur kepada publik bahwa ia bukan murid Yesus.
Sikap penyangkalan Petrus terhadap Yesus menunjukkan kelemahan dan kekuatiran manusia umumnya saat menghadapi ancaman atas hidup. Manusia cenderung menjadi tidak jujur - berbohong terhadap diri sendiri , sesama dan Tuhan dalam situasi yang terjepit dan berbahaya . Kelak memang penyesalan akan datang, tetapi selalu terlambat.
Kesetiaan Yesus menjalani Jalan salib sebagai bukti ketaatan kepada Bapa dan cinta-NYA terhadap manusia, meneguhkan hati kita semua bahwa Yesus sungguh-sungguh mencintai hidup dan masa depan kita. Karena itu, kita semestinya meresponsnya dengan sikap refleksi yang berguna untuk pembaharuan diri yang revolusioner.
Ketaatan dan totalitas pengorbanan diri adalah bukti cinta yang sejati dalam merawat dan menghidupi setiap panggilan, tugas dan amanah yang dijalani dalam ziarah hidup ini. Apapun yang kita jalani dan hidupi hari ini dan di masa depan merupakan peluang untuk mengejawantahkan cinta, kebenaran, keadilan, kejujuran dan damai sejahtera bagi banyak orang sampai pada waktunya kita juga boleh berseru ; Consummatum Est ; Sudah Selesai ! “
Doa : Yesus Yang Maha Rahim, ampunilah dosa-dosa kami dan rahmati kami agar sanggup pula mengampunii sesama yang bersalah terhadap kami, amin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/romo-maxi-un-bria-1.jpg)