News

Si Jago Merah Mengamuk di Tentang, Toko, Vanili, Kopi, Coklat, Cengkeh Dilahap, Ini Kronologinya

Kebakaran hebat melahap habis sebuah toko di Desa Tentang, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Selasa (7/4).

Dokumentasi Camat Ndoso, Fransiskus Tote untuk POS-KUPANG.COM
Suasana kebakaran toko milik Florianus Aman di Desa Tentang, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Mabar, Selasa (7/4/2020). 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Gecio Viana

POS KUPANG, COM, LABUAN BAJO - Kebakaran hebat melahap habis sebuah toko di Desa Tentang, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Selasa (7/4).

Si jago merah melahap bangunan dua lantai dan seluruh isi toko milik Florianus Aman, warga yang tinggal di Desa Golo Rua, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Mabar.

Tidak hanya itu, satu bangunan milik Florianus Aman yang terletak di belakang toko juga ikut hangus terbakar.

"Sumber api diduga dari korsleting listrik di dalam ruangan di toko itu," kata Camat Ndoso, Fransiskus Tote saat dihubungi Pos Kupang per telepon.

Korban bertempat tinggal di Desa Golo Rua dan membuka usahanya di Desa Tentang. Berdasarkan pengakuan korban, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat itu, korban yang masuk ke dalam ruangan di toko miliknya, korban sebelumnya mencium adanya bau bensin dan melihat ada percikan api yang menyala.

Melihat kejadian itu, korban langsung bergegas mematikan api tersebut menggunakan air. Namun, api semakin membesar dan melahap toko tersebut. "Dia sampat siram tapi api semakin membesar dan membakar bangunan toko itu. Barang jualannya. Bangunannya lantai 2 dan di belakang ada 1 bangunan dan semuanya ludes terbakar," jelasnya.

Fransiskus Tote bersama warga sekitar, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dibantu Polsek Kuwus dengan peralatan seadanya berusaha memadamkan api. Akan tetapi, usaha semua pihak tidak mampu menjinakan api.

"Api tidak bisa dijinakkan karena alat seadanya, yakni: air selang jadi tidak mempan," paparnya.

Menurut korban, lanjut Fransiskus Tote, korban mengalami kerugian hingga Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar.

"Total barang-barang toko, rugi sekitar Rp 600 juta, belum termasuk komoditi yang ditampung, seperti 2 ton kopi, 2 ton lebih cengkeh, 20 kg kemiri, 250 kg coklat, vanili 3 kg dan mente 200 kg. Sedangkan barang toko, seperti pakaian, sofa, spring bed dan sembako di lantai 2 semua ludes terbakar," ungkapnya.

Dikatakannya, hanya sedikit komoditi atau hasil bumi yang diselamatkan warga, sehingga pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan kesempatan menjarah barang-barang yang sempat diselamatkan itu.

"Saya sudah mengirimkan laporan via pesan WhatsApp ke Bapak Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula dan pihak BPBD Kabupaten Mabar untuk menanggulangi kejadian ini," katanya. *

Penulis: Gecio Viana
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved