Virus Corona

Sikap Persija dan Persebaya terhadap SK PSSI tentang Pemotongan Gaji Pemain Akibat Corona

Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya harus mengambil sikap terhadap Surat Keputusan (SK) PSSI yang memutuskan pemotongan gaji pemain 25 persen

Instagram/Persijajkt
Para pemain Persija Jakarta jelang pertandingan melawan Geyland FC saat launching jersey baru, Minggu (23/2/2020) malam. 

Sikap Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya terhadap SK PSSI tentang Pemotongan Gaji Pemain Akibat Corona

POS-KUPANG.COM - Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya harus mengambil sikap terhadap Surat Keputusan (SK) PSSI yang memutuskan pemotongan gaji pemain dan ofisial sebesar 25 persen selama wabah virus corona atau Covid-19.

Persija Jakarta memastikan para pemain, pelatih, dan ofisial hanya menerima gaji sebesar 25% dari kontrak normal.

Pembayaran gaji sebesar 25% akan diterapkan mulai bulan Maret sampai Juni mendatang.

Sebelumnnya, PSSI mengeluarkan surat keputusan (SK) dengan nomor 48/SKEP/III/2020 yang memutuskan bahwa Liga 1 terhenti sementara hingga 29 Mei 2020 dengan status force majure.

Salah satu poinnya berisi, pihak klub diperbolehkan membayar gaji pemain maksimal sebesar 25%.

Direktur Olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus, menyatakan kebijakan ini merujuk pada SK yang dikeluarkan PSSI.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk menjaga kondisi finansial klub agar tetap stabil.

Pasalnya selama kompetisi dihentikan, klub bisa dibilang tidak memiliki pemasukan tetap.

Diharapkan para pemain memaklumi dengan keputusan yang sudah ditentukan oleh manajemen Persija Jakarta.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved