Persukutan Adat Tana Detunggali Gelar Seremoni Adat Tolak Corona

Persekutuan Adat Detunggali di Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria,Kabupaten Ende, menggelar upacara adat

Persukutan Adat Tana Detunggali Gelar Seremoni Adat Tolak Corona
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Mosalaki menggelar seremoni adat tolak virus corona.

Persukutan Adat Tana Detunggali Gelar Seremoni Adat Tolak Corona

POS-KUPANG.COM|ENDE--Persekutuan Adat Detunggali di Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria,Kabupaten Ende, menggelar upacara adat atau yang dikenal dengan nama, upacara adat Joka Nitu Noa, Minggu (5/4).

Informasi yang diterima POS KUPANG.COM, dari warga setempat, Yulius Rada, Selasa (7/4) menyebutkan bahwa sebenarnya upacara adat ini bukanlah upacara tetap atau tahunan tetapi bersifat insidental manakala tana watu (dunia-red) terserang hama seperti sekarang ini dengan wabah corona.

Yulius mengatakan dikisahkan secara adat bahwa wabah atau virus ini sebenarnya ada dan datang bersama alam, yang dalam bahasa lokal dinamakan "penaki eo mai noo' Angi, eo ndu noo' rubu" yang artinya penyakit itu datang bersama angin dan ikut bersama awan.

Maka secara adat pula harus dilakukan upacara adat agar virus itu kembali ke asalnya (joka da ghele keli, gola da lau mau', bhale leka tuka ine-kembali ke gunung kembali ke laut kembali ke asal mulanya).

Pelaksanaan upacara adat dengan cara pemberian sesajen kepada leluhur dan alam semesta sesuai dengan batas wilayah adat (hak Ulayat).

Upacara ini dilakukan oleh MOSALAKI PUU' RIA BEWA TANA DETUNGGALI yang didampingi oleh struktur badan mosalaki, ngebogele (pembantu utama mosalaki pada wilayah tertentu selain di daerah dataran), dan kelompok-kelompok, serta wajib diikuti oleh semua masyarakat adatnya - ANA KALO FAI WALU.

Secara adat bahwa upacara ini pasti mampu menolak hama penyakit yang akan masuk ke wilayah persekutuan adat Tana Detunggali ujar Yulius.

Yulius mengatakan pihaknya berharap agar keberadaan virus corona dapat segera berlalu sehingga dengan demikian masyarakat dapat kembali hidup tenang menjalani aktifitasnya sehari-hari.

Menghadapi virus tersebut manusia yang diberi oleh Tuhan dengan akal budi berusaha dengan segala macam cara baik dengan tehnologi maupun dengan pendekatan budaya dan adat istiadat setempat seperti yang dilakukan oleh para mosalaki di persekutuan adat Tana Detunggali.

Cegah Covid-19, Pemkab Manggarai Rencana Siapkan Dua Lokasi Karantina

Lapas Perempuan Kupang dan Bapas Kupang Siap Pantau Narapidana yang Dirumahkan

Siaga Hadapi Pandemi Corona, Korem 161 Wirasakti Selenggarakan Latihan dan Simulasi Evakuasi

Diharapakan dengan berbagai pendekat yang ada keberaadaan virus corona dapat segera berlalu dari muka bumi.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved