AWAS, Penghina Presiden Saat Penanganan Virus Corona Bisa Masuk Penjara, Ini Telegran Kapolri

AWAS, Penghina Presiden Saat Penanganan Virus Corona Bisa Masuk Penjara, Ini Telegran Kapolri AWAS, Penghina Presiden Saat Penanganan Virus Corona Bis

KOMPAS.com/Thinkstock
Ilustrasi pengadilan 

AWAS, Penghina Presiden Saat Penanganan Virus Corona Bisa Masuk Penjara, Ini Telegran Kapolri

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Pemerintah dan segenap unsur  TNI dan Polri kini tengah berjuang habis-habisan melawan penyebaran virus corona

Dukungan semua komponen masyarakat sangat diperlukan untuk memenangkan perang yang juga dialami hampir semua negara di dunia

Di tengah-tengah upaya pemeritah untuk menyelamatkamn segenap warga negara, masih ada saja oknum yang menghina hingga menyebar hoaks yang mengganggu kinerja pemerintah

Kapolri pun akhirnya memperingatkan bahwa ada konsekuensi hukum bagi pelaku yang menghina pemerintah dan pejabat-pejabat dalam pemerintahan

Artis Cantik Alami Pelecehan Seksual Saat Lari Pagi di Kompleksnya, Bagian Tubuh ini yang Disasar

Masyarakat yang menghina Presiden Joko Widodo maupun pejabat pemerintah lainnya dalam menangani Covid-19 di media sosial dapat terancam sanksi pidana.

Hal itu tertuang di dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 yang ditandatangani Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo tertanggal 4 April 2020.

Surat telegram tersebut dibuat dalam rangka penanganan perkara dan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan tugas fungsi reskrim terkait perkembangan situasi serta opini di ruang siber dan pelaksanaan hukum tindak pidana siber.

Keabsahan surat telegram tersebut dikonfirmasi oleh Karo Penmas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono.

"Bentuk pelanggaran atau kejahatan serta masalah yang mungkin terjadi dalam perkembangan situasi serta opini di ruang siber: penghinaan kepada penguasa/Presiden dan pejabat pemerintah sebagaimana dimaksud Pasal 207 KUHP," tulis surat telegram tersebut seperti dikutip Kompas.com, Minggu (5/4/2020).

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved