6.908 KK di Kabupaten Nagekeo Terima Hygiene Kit dari Plan Indonesia

Selain di Jakarta, Plan Indonesia juga mendistribusikan Hygiene Kit untuk empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo.

POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Plan Indonesia memberi bantuan hyegene kit kepada warga empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo, NTT. 

6.908 KK di Kabupaten Nagekeo Terima Hygiene Kit dari Plan Indonesia

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Mencegah penyebaran Covid -19 di Nagekeo, Plan Internatinal Indonesia mendistribusikan Hygiene Kit untuk 6.908 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Nagekeo.

Siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu (4/4/2020) dari Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menjelaskan beberapa waktu lalu, tepatnya 28 Maret 2020 melakukan distribusi bantuan Hygiene Kit atau peralatan kebersihan untuk setidaknya 2623 warga (termasuk anak dan remaja) di area Karet Kuningan, Jakarta.

Selain di Jakarta, Plan Indonesia juga mendistribusikan Hygiene Kit untuk empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo.

Kedua kegiatan di atas merupakan bentuk dukungan Plan Indonesia terhadap Pemerintah Indonesia dalam upaya pencegahan pandemik Covid1-19 yang sudah menjangkau hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Sebanyak 21 orang staf Plan Indonesia Flores dibantu oleh Kader Desa dalam kegiatan yang berlangsung pada 6-8 April 2020 dan 13-17 April 2020.

Dalam kegiatan ini, tim Plan Indonesia tidak hanya melakukan distribusi peralatan kebersihan, namun juga melakukan penyuluhan tentang pandemik Covid-19, termasuk mengenal gejalanya, cara penularannya, dan cara pencegahannya.

Eka Hadiyanto, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia, mengatakan hal itu dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk mencegah Covid-19.

"Distribusi Hygiene Kit yang kita lakukan di Kabupaten Nagekeo ini akan menjangkau 6.908 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 4 kecamatan dampingan kami," jelas Eka.

Eka mengatakan selain itu terdapat 12.000 Sponsor Child (SC) atau anak asuh Plan Indonesia yang menjadi target distribusi perlengkapan kebersihan.

"Kegiatan distribusi ini dilakukan berpedoman pada Standard Operating Procedure (SOP) yang telah dibuat, sehingga keamanan staf dan juga kader yang ada di wilayah dampingan menjadi prioritas utama," jelas Eka.

Mulai dari pendataan penerima manfaat, persiapan distribusi, dan saat pelaksaan distribusi hingga kegiatan distribusi selesai.

Bukti Sukses Geliat Sektor Pertanian, Mabar Terus Berproduksi Panen Padi ditengah Merebaknya Corona

Terkuak Kehidupan Najwa Shihab Usai Nikah,Ayah Siapkan Rumah Transit di Halaman Belakang! Untuk Apa?

"Saat distribusi misalnya, semua staf Plan dan mitra yang menjadi bagian dari tim distribusi diberikan penjelasan terkait SOP distribusi dalam situasi pandemik Covid-19 dan kode etik Plan Indonesia, misalnya; harus memilih lokasi distribusi di titik yang aman, memberikan informasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan kader tentang tujuan, proses dan jumlah material yang akan dibagikan,"pungkas Eka.

Eka mengatakan ketika selesai distribusi, tim segera kembali ke kantor perwakilan Plan Indonesia dengan terlebih dahulu harus melakukan cuci tangan pakai sabun dan memasang alat pelindug diri standar, memastikan seluruh dokumen distribusi (daftar tanda terima pemanfaat, form mekanisme umpan balik dan peralatan lainnya) dibawa kembali, dan diakhiri dengan proses disinfektan kendaraan sebelum masuk dan proses ini harus menggunakan alat pelindung diri standar seperti masker, sarung tangan latex dan hand sanitizer.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved