News

Tidak Jaga Jarak, Kades Tubmonas-TTS Diduga Nekad Mesum di Polindes, Ini yang Dilakukan Warga

Diduga poliklinik desa (polindes) dijadikan tempat mesum oleh Kepala Desa Tubmonas, Kecamatan Kuatnana-TTS, Arkelaus Sa'e

POS KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak pintu Polindes Desa Tubmonas sedang disegel dengan menggunakan ranting pohon dan balok 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Diduga poliklinik desa (polindes) dijadikan tempat mesum oleh Kepala Desa Tubmonas, Kecamatan Kuatnana-TTS, Arkelaus Sa'e, beberapa warga desa setempat kompak menyegelnya menggunakan dahan pohon dan papan kayu.

Penyegelan dilakukan sejak pekan lalu dan hingga kini belum dibuka.

Soleman Betty dan Merry Betty, warga Desa Tubmonas, mengaku geram atas ulah Kades Arkelaus yang sering bermalam di gedung polindes bersama wanita selingkuhannya. Mirisnya lagi, menurut keduanya, wanita selingkuhan Kades Arkelaus bukan hanya satu orang, melainkan dua orang.

"Dia (kades) ada rumah, lalu kenapa sering tidur di polindes? Sudah begitu dia bawa dengan perempuan selingkuhannya lagi. Ini sudah dua tahun terakhir dia bawa tinggal selingkuhannya pak, makanya kami marah dan segel polindes tersebut," ungkap keduanya saat ditemui di SoE, Rabu (1/4) pagi.

Menurut Merry, selingkuhan Kades Arkelaus berinisial ON dan AM, kakak beradik. Kesal dengan ulah Kades, warga kompak menggalang dukungan menolak keberadaan Arkelaus di Desa Tubmonas. "Kami sudah laporkan ini kepada pak bupati. Dalam laporan itu, kami lampirkan tanda tangan warga yang menolak Arkelaus di Desa Tubmonas," beber Merry.

Terpisah, Kades Tubmonas, Arkelaus Sa'e, membantah keras tudingan perselingkuhan tersebut. Dia siap mempertemukan wartawan dengan wanita yang disebut sebagai selingkuhannya guna meluruskan tudingan warga tersebut.

"Siapa yang selingkuh? Saya ada istri dan anak pak. Nanti saya bawa pak ketemu perempuan yang mereka sebut selingkuhan saya, biar pak tanya sendiri. Saya tegaskan, saya tidak pernah selingkuh," bantah Arkelaus melalui telepon.

Arkelaus menyebut alasan tidur di polindes karena masyarakat Desa Tubmonas meminta dirinya keluar dari rumah. Pasalnya, tanah di mana rumahnya dibangun merupakan tanah sekolah. Sedangkan istrinya diperbolehkan tinggal di rumah karena guru di sekolah itu.

"Tahun 2016 lalu mereka kasih duduk okomama suruh saya keluar dari rumah karena itu tanah sekolah. Makanya, saya terpaksa tidur di polindes. Saya tidak pernah jadikan polindes sebagai tempat mesum. Kegiatan posyandu selama ini berjalan normal," jelasnya.

Arkelaus sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membuka segel polindes. "Sebenatar segelnya sudah dibuka," tegas Arkelaus. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved