News

Kebijakan WFH Dianggap Libur, Bupati Sumba Barat Wajibkan ASN Buat Laporan Kerja, Ini Tujuannya

Laporan itu sebagai pegangan pimpinan untuk mengevaluasi kinerja staf apakah benar-benar menjalankan tugas atau tidak.

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati Sumba Barat, Dra. Agustinus Niga Dapawole 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter/Antara

POS KUPANG, COM, WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, telah meminta Sekretaris Daerah, Drs. Umbu Dingu Dedi, menyurati aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu untuk membuat laporan kerja selama pemberlakukan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah hingga 21 April 2020.

Laporan itu sebagai pegangan pimpinan untuk mengevaluasi kinerja staf apakah benar-benar menjalankan tugas atau tidak.

Sebab, berdasarkan evaluasi sementara, pemberlakuan WFH ASN bekerja berjalan tidak efektif selama seminggu lebih ini. Hal itu karena masih ada ASN menganggap libur dan bekerja menurut kemauannya.

"Karena itu, saya minta laporan kerja ASN selama masa kerja dari rumah. Diharapkan setiap ASN mau melaksanakan tugas dengan baik hingga tanggal 21 April 2020," ujar Bupati Niga Dapawole di kantornya Rabu (1/4).

Menurutnya, keputusan pemerintah memberlakukan ASN bekerja dari rumah untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 di Sumba Barat. Untuk itu, Bupati Niga meminta ASN memahami keputusan tersebut dan tetap melaksanakan tugas dengan bekerja dari rumah, bukan menganggap masa libur sehingga acuh tak acuh dengan tugas pokok.

Bupati Niga meminta semua ASN wajib memasukkan laporan kegitan selama masa kerja dari rumah guna memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan sebagaimana biasanya.

ODP Bertambah
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat, yang juga juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, drg. Bonar N Sinaga, mengakui orang dalam pemantuan (ODP) di daerah itu bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi enam orang.

Saat ini, kata Bonar, enam orang ODP tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

"Bila dalam masa isolasi mandiri ternyata gejala klinis seperti batuk, pilek, demam dan suhu tubuh terus meningkat, disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit," ujar Bonar Rabu (1/4). Ia menegaskan sampai saat ini Sumba Barat masih negatif Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved