Kasus Gagal Panen di Selatan TTS, Bupati Tahun: Kita Segera Keluarkan Pernyataan Bencana

Pemda juga akan membantu mengolah lahan dan memberikan bantuan bibit tanaman Hortikultura kepada masyarakat korban gagal panen.

POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Kasus Gagal Panen Di Selatan TTS, Bupati Tahun: Kita Segera Keluarkan Pernyataan Bencana

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun bersama Dandim 1621 TTS Letkol CZI Koerniawan Pramulyo telah meninjau langsung lokasi gagal panen di wilayah Kecamatan Kualin.

Usai meninjau kondisi lahan warga, Bupati Tahun yang ditemui POS-KUPANG.COM, Kamis (2/4/2020) menegaskan pemerintah Kabupaten TTS akan segera mengeluarkan surat pernyataan bencana guna mencairkan beras cadangan Pemda TTS.

Bupati Tahun juga telah membangun komunikasi dengan pihak Bulog, agar bisa menyalurkan dahulu beras 10 ton untuk para korban bencana gagal panen sambil menunggu penyelesaian administrasi pencairan beras cadangan Pemda.

"Kita masih melakukan pendataan keluarga yang terkena dampak gagal panen di lima desa di Kecamatan Kualin. Saya sudah komunikasi dengan pihak Bulog untuk mendistribusikan dahulu 10 ton beras nantinya akan dipotong dari beras cadangan Pemerintah," ungkap Bupati Tahun.

Hal ini dilakukan karena stok pangan para korban gagal panen telah menipis. Ada sebagian korban yang terpaksa menjual ternaknya untuk bisa membeli sembako.

"Ini masyarakat sudah setengah mati. Mereka terpaksa jual kambing murah-murah, Rp. 250.000 per ekor untuk pakai beli sembako. Matanya kita harus segera melakukan penanganan," ujarnya.

Untuk jangka panjang lanjut Bupati Tahun, dirinya telah menginstruksikan kepada para kepala desa di lima desa terdampak gagal panen untuk mengalokasikan dana desa guna membantu para korban. Seluruh program fisik di lima desa tersebut ditiadakan dan dananya dialihkan guna penguatan pangan masyarakat.

Camat Kualin diinstruksikan untuk tinggal bersama masyarakat desa guna membantu penanganan kasus gagal panen. Jika membangkang, Bupati Tahun menegaskan dirinya tak segan untuk mencopot Camat Kualin.

Nantinya Pemda TTS juga membantu menarik air dari sumber mata air yang ada menuju lokasi kebun masyarakat.

Pemda juga akan membantu mengolah lahan dan memberikan bantuan bibit tanaman Hortikultura kepada masyarakat korban gagal panen.

"Kita akan keroyokan dalam melakukan penanganan kasus gagal panen di Selatan. Mulai dari Desa, Kecamatan hingga Pemda Kabupaten semua bahu membahu membantu masyarakat yang menjadi korban gagal panen," tegasnya.

Kisah Dokter Ai Fen! Hilang Bak Ditelan Bumi Setelah Ungkap Pertama Kali Virus Corona

Atasi Kelangkaan APD, Relawan Forum PRB Lembata Produksi 10 Ribu Pelindung Wajah Bagi Tenaga Medis

Pemprov NTT Akan Buka Akses Masuk Pantai Pede Labuan Bajo Untuk Rekreasi

Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA & 900 VA Subsidi

Diberitakan sebelumnya, tanaman jagung masyarakat di Kabupaten TTS seluas 1.210 Ha mengalami gagal panen akibat curah hujan yang minim di wilayah Selatan TTS. Lahan tanaman jagung yang mengalami gagal panen tersebar di lima desa dengan rincian, Desa Toineke 321 Ha, Desa Tuafanu 416 Ha, Desa Kiufatu 354 Ha, Desa Oni 47 Ha dan Desa Kualin 63. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved