CORONA di NTT

UPDATE CORONA BELU : ODP di Belu Naik Lagi Menjadi 31 Orang, Lihat Sebaranya di Kecamatan

monitoring perkembangan jumlah pelaku perjalanan beresiko dalam pemantuan, Orang Dalam Pemantauan (ODP)

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Grafik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu mengenai penyebaran ODP dan pelaku perjalanan beresiko dalam pantuan, keadaan 1 April 2020. 

UPDATE CORONA BELU : ODP di Belu Naik Lagi Menjadi 31 Orang, Lihat Sebaranya di  Kecamatan

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu terus melakukan monitoring perkembangan jumlah pelaku perjalanan beresiko dalam pemantuan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sesui data grafik yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Rabu (1/4/2020)
pukul 14:00 Wita menunjukan, jumlah pelaku perjalanan berisiko dalam pantauan sebanyak 508 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 31 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Covid-19 nihil.

Data tersebut di atas menunjukan, jumlah pelaku perjalanan berisiko dalam pantauan bertambah sebanyak 155 orang dari data per 30 Maret 2020 pukul 14.00 Wita sebanyak 353 orang. Begitu juga jumlah ODP bertambah tujuh (7) orang dari jumlah per tanggal 30 Maret 2020 sebanyak 24 orang. Dengan kata lain, jumlah ODP dan pelaku perjalanan berisiko dalam pantauan mengalami kenaikan selama dua hari terkahir.

Sesuai data grafik dari gugus tugas menunjukan, warga yang status ODP tersebar di sembilan kecamatan dari 12 kecamatan di Kabupaten Belu yakni,

1. Kecamatan Lasiolat 1 orang,
2. Kecamatan Tasifeto Timur 3 orang,
3. Kecamatan Kakuluk Mesak 3 orang,
4. Kecamatan Kota Atambua 4 orang,
5. Kecamatan Atambua Barat 8 orang,
6. Kecamatan Atambua Selatan 4 orang,
7. Kecamatan Tasifeto Barat 6 orang
8. Kecamatan Raimanuk 1 orang,
9. Kecamatan Raihat 1.

Penambahan jumlah OPD terjadi di Kecamatan Atambua Barat dari 4 orang per tanggal 30 Maret 2020 naik menjadi 8 orang per hari ini atau bertambah empat orang. Kemudian, Kecamatan Tasifeto Barat bertambah satu ODP, Kakaluk Mesak bertambah dua ODP dan Kecamatan Raihat terdapat 1 ODP, yang dua hari sebelumnya atau keadaan 30 Maret posisi nihil.

Tiga kecamatan di Kabupaten Belu yang belum ada ODP adalah Lamaknen Selatan, Lamaknen dan Nanaet Dubesi.

Selain data jumlah ODP, gugus tugas juga merilis data pelaku perjalanan berisiko dalam pantauan sebanyak 508 orang yang tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya sebagai berikut.

1. Kecamatan Lasiolat 15 orang,
2. Kecamatan Tasifeto Timur 36 orang,
3. Kecamatan Kakuluk Mesak orang,
4. Kecamatan Kota Atambua 115 orang,
5. Kecamatan Atambua Barat 91 orang,
6. Kecamatan Atambua Selatan 59 orang,
7. Kecamatan Tasifeto Barat 51 orang
8. Kecamatan Raimanuk 30 orang,
9. Kecamatan Raihat 10 orang
10. Nanaet Duabesi 9 orang
11. Lamaknen 24 orang
12. Lamaknen Selatan 10 orang.

Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa
menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri dirumah saja, atau senantiasa menjaga jarak fisik
apabila terpaksa bertemu orang lain. Kemudian, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik,
menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu selaku Koordinator Komunikasi dan Informatika, Johanes Andes Prihatin, SE,.M.Si mengatakan, bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah, terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasukmengisolasi diri.

Terkait Informasi perkembangan data monitoring dan penanganan Covid-19, secara berkala, Gugus Tugas akan merilis melalui website http://www.belukab.go.id,http://www.kominfo.belukab.go.id dan ttp://www.protokol.belukab.go.id serta media sosial.

Dinas Kominfo Kab Belu dan media sosial Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu sehingga masyarakat dihimbau untuk bijak jika mendapatkan data dari sumber lain.

100 Unit Baju Pelindung Covid-19 Diberikan Yayasan Bapa Bangsa ke RS di Sikka

UPDATE CORONA SIKKA : Satgas Covid Rancang Peti Mayat, Kantung Jenazah & Bebaskan Lokasi Penguburan

Pemerintah juga menghimbau agar masyakarat Kab Belu senantiasa bijak menggunakan media sosial, terutama dalam situasi seperti ini. Hindari menyebarluaskan berita atau informasi yang belum diverifikasi kebenarannya, hindari membuat dan menyebarkan hoax, serta percaya hanya pada media mainstream dan sumber berita terpercaya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved