Tim Gerak Cepat Puskesmas Bitefa Semprot Disinfektan di Area Umum

Timor Leste maupun dari luar daerah, untuk di periksa sekaligus melakukan wawancara untuk memastikan kondisi kesehatan warga.

POS KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Seorang petugas tim gerak cepat Puskesmas Bitefa melakukan penyemprotan cairan disinfektan di mobil. Gambar diambil, Selasa (31/2/2020). 

Tim Gerak Cepat Puskesmas Bitefa Semprot Disinfektan di Area Umum

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU---Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19), tim gabungan gerak cepat di Puskesmas Bitefa terus melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah tempat dan fasilitas umum.

Selain di fasilitas dan tempat umum, tim gabungan gerak cepat juga melakukan penyemprotan di sejumlah kendaraan umum yang berasal dari pantai utara Wini, Ponu yang masuk ke kota Kefamenanu, Selasa (31/3/2020).

Kepala Puskesmas Bitefa, Aloysius Fretis S.KEP, Ns, mengungkapkan bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan untuk menghadang penyebaran covid-19. Penyemprotan tersebut dilakukan di lima desa yang menjadi wilayah pelayanan puskesmas Bitefa.

"Kegiatan penyemprotan dilakukan hingga suasana kondusif tidak ada lagi potensi penyebaran covid di wilayah TTU atau selama masa social distancing diberlakukan," ujarnya.

Aloysius menjelaskan, para petugas melakukan penyemprotan disinfektan disemua kantor desa, tempat ibadah dan polindes. Bila memungkinkan juga akan dilakukan penyemprotan di rumah warga. Sedangkan untuk sekolah, tidak dilakukan penyemprotan karena saat ini tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, ungkap Aloysius, pihaknya berkoordinasi dengan aparatur desa memantau warga yang masuk dari negara tetangga Timor Leste maupun dari luar daerah, untuk di periksa sekaligus melakukan wawancara untuk memastikan kondisi kesehatan warga.

"Karena kita disini pas dipintu masuk dan warga kita disini ada yang kerja di Timor Leste sehingga harus pantau terus, " tandasnya.

Aloysius menambahkan, selain melakukan kegiatan penyemprotan, pihaknya juga melakukan edukasi keliling kepada warga di lima desa tersebut dengan menggunakan pengeras suara.

Sementara Kepala Desa Bitefa, Viktorianus Naihati mengatakan, pihaknya bersama dengan aparatur desa selalau stand by melakukan pemantauan serius diwilayahnya.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas medis dan kepolisian jika ada kegiatan pencegahan seperti penyemprotan disinfektan dan pemantauan warga yang masuk baik dari Timor Leste maupun dari luar NTT.

Atta Halilintar Akui Hubungan dengan Aurel Serius, Dukungan Datang dari Anang Hermansyah dan Ashanty

5 Tips Aman Berhubungan Seks Agar Tidak Terinfeksi Virus Corona, Bagaimana dengan Pasangan yang LDR?

Hi Guys ! Pahami Dulu Apa Itu Virus Corona, Asal, Penyebab, Gejala dan Cara Penularannya Versi WHO

Viktorianus menambahkan, kendati desanya belum memiliki alokasi dana desa karena belum mengantongi kode desa dari Jakarta, tetapi pihaknya terus semangat mensuport kegiatan tim gerak cepat puskesmas.

"Kami juga sudah menggelar ritual adat bersama 10 suku diwilayah Bitefa, pada Kamis pekan kemarin, untuk mencegah ancaman penyebaran wabah. Kami yakin kekuatan alam dan leluhur dipercaya sebagai tradisi menghalau covid 19," pungkas Mantan Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved