News

Dokter Dwi Lestari Curhat, RSUD Ende Butuh 1.200 APD Berupa Baju untuk Tangani Pasien Virus Corona

RSUD Ende membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju sebanyak 1.200 lembar untuk dokter maupun perawat hingga sopir serta cleaning service.

POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Para petugas dari Dinas Sosial tengah membangun tenda di Stadion Marilonga Ende yang disiapkan sebagai tempat karantina bagi mereka yang datang dari daerah terjangkit Covid-19, Selasa (31/3/2020). 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Romualdus Pius

POS KUPANG, COM, ENDE - Untuk menangani kemungkinan ada pasien yang terkena virus corona atau covid 19, RSUD Ende membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju sebanyak 1.200 lembar.

Dirut RSUD Ende, dr Aries Dwi Lestari mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Selasa (31/3).

Dikatakannya, RSUD Ende membutuhkan minimal 1.200 APD berupa baju dengan perhitungan, untuk menangani seorang pasien yang terkena virus corona membutuhkan 12 orang baik itu dokter maupun perawat hingga sopir serta cleaning service.
Perlengkapan tersebut dikenakan setiap 4 jam oleh petugas dan akan diganti petugas lainnya sebanyak 12 orang.

Kemudian, dalam perhitungan apabila virus corona terus terjadi hingga 2 bulan ke depan dan jika ada pasien yang harus ditangani maka RSUD Ende minimal membutuhkan 1.200 APD berupa baju.

"Baju yang dipergunakan sebagai APD tersebut adalah barang habis pakai yang artinya setelah dipakai menangani pasien dibuang,"kata dr. Aries.

Sedangkan APD lainnya, seperti kaca mata maupun penutup kepala juga sepatu boat bisa dipakai kembali, jelas dr Aries.
Terhadap perlengkapan APD berupa baju, pihaknya kesulitan untuk mendapatkannya karena memang stok dari pihak distributor juga terbatas.

"Dari sisi anggaran kita memang ada uang untuk pengadaan APD namun stok dari pihak distributor justru terbatas," ujar dr Aries.

Pihak distributor hanya menyanggupi bisa mengirimkan 100 APD, padahal RSUD Ende membutuhkan minimal 1.200 APD sebagai stok untuk 2 bulan ke depan seandainya ada pasien yang terkena virus corona.

Sementara itu, RSUD Ende saat ini merawat satu pasien dengan status Pasien Dalam Pemantuan (PDP) berasal dari Kecamatan Wewaria.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende, dr. Munafatma mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (31/3).

Ia mengatakan, PDP yang berasal dari Kecamatan Wewaria, dirujuk dari Puskesmas Wewaria ke RSUD Ende karena memiliki gejala sakit yang mengarah ke sesak napas atau pneumonia berat.

Dikatakannya, terhadap pasien itu dilakukan rapid test atau tes cepat sebagai pemeriksaan awal. Untuk hasilnya baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan karena bisa saja negative atau ada kemungkinan lain.

Saat ini, RSUD Ende sudah memiliki rapid test . Namun demikian pelaksnaaan rapid test untuk PDP bukan untuk ODP.

Dikatakannya, kepada pasien PDP juga akan dilakukan swab test, namun membutuhkan waktu yang lama dan spesimen yang diambil adalah swab tenggorokan dan hidung yang akan dikirim ke Surabaya.*

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved