Aston Kupang Berlakukan Unpaid Leave Untuk Karyawannya

"Unpaid leave ini sendiri sebenarnya salah satu cara supaya staf kami bisa beristirahat lebih di rumah," ungkap Viona.

POS KUPANG.COM/INTAN NUKA
Viona Alamanda, Public Relation Officer Aston Kupang saat diwawancarai di lobi hotel Aston Kupang, Selasa (31/3/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Viona Alamanda, Public Relation Officer Hotel Aston Kupang membenarkan adanya penurunan tingkat hunian kamar (hotel occupancy/room occupancy) berkaitan dengan kebijakan sosial physical distancing akibat Covid-19.

Penurunan tersebut terjadi secara perlahan sejak akhir Februari 2020.

"Awalnya penurunan 50 persen, sampai sekarang ini occupancy kami 10-20 persen," jelas Viona saat ditemui wartawan di lobi Aston Kupang, Selasa (31/3).

Dampak dari penurunan tingkat hunian kamar, manajemen Aston Kupang pun memberlakukan Unpaid Leave bagi 139 karyawannya.

Relaksasi Pinjaman di Kopdit Obor Mas Diputuskan Pengurus dan Anggota

Langkah tersebut diambil karena kondisi hotel saat ini yang tidak memungkinkan untuk memperkerjakan karyawan layaknya situasi normal. Unpaid leave ini diberlakukan setiap 10 hari kepada seluruh karyawan hotel dan pimpinan.

"Unpaid leave ini sendiri sebenarnya salah satu cara supaya staf kami bisa beristirahat lebih di rumah," ungkap Viona.

Ia pun menambahkan, meski memberlakukan unpaid leave, namun para karyawan tetap mendapatkan upah sebagaimana mestinya. Namun, upah tersebut tidak dibayar seperti situasi normal karena sudah dikurangi dengan lama waktu unpaid leave tersebut.

Selain unpaid leave, langkah pencegahan Covid-19 di area hotel bagi karyawan pun antara lain dengan penyediaan disinfektan, masker, dan pengecekan suhu tubuh. Physical distancing juga sudah diberlakukan bagi karyawan dan tamu. Di restoran sudah dibuat batas jarak antar kursi tamu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved