KPU Belu Belum Dapat Surat Resmi Penundaan Pilkada, Begini Isi Suratnya

Rencana penundaan pilkada serentak tahun 2020 mulai dibahas di tingkat KPU pusat Bawaslu dan DPR RI. Namun demikian, sampai dengan hari ini, Selasa (

POS KUPANG/TENY JENAHAS
Ketua KPU Kabupaten Belu, Mikhael Nahak 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA------Rencana penundaan pilkada serentak tahun 2020 mulai dibahas di tingkat KPU pusat Bawaslu dan DPR RI. Namun demikian, sampai dengan hari ini, Selasa (31/3/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu belum mendapat surat resmi dari KPU pusat terkait dengan penundaan Pilkada Belu 2020.

KPU Belu baru mendapat Surat Edaran KPU Pusat nomor 8 tahun 2020 tentang penundaan beberapa tahapan pilkada dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19.

Penundaan tahapan yang dimaksud dalam Surat Edaran KPU yakni penundaan tahapan pelantikan PPS dan pembentukan sekretariatnya, penundaan tahapan verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan, penundaan tahapan pembentukan PPDP serta pemutahiran dan penyusunan data daftar pemilih.

Bantuan Disinfektan untuk 51 Kelurahan di Kota Kupang diserahkan hari ini

Hal ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten Belu, Mikhael Nahak kepada Pos Kupang.Com saat dikonfirmasi Selasa (31/3/2020).

Menurut Mik Nahak, demikian ia disapa, Surat Edaran KPU tentang penudaan beberapa tahan pilkada sudah ditindaklanjuti oleh KPU Belu dengan diterbitnya SK KPU Belu nomor 17 tahun 2020 tentang penundaan tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu tahun 2020. Dalam upaya pencegahan penularan covid 19.

Mik Nahak mengatakan, jika pilkada ditunda maka sebagai penyelenggara tingkat bawah siap menindaklanjuti dan pasti disampaikan kepada masyarakat untuk diketahui bersama. (jen).

an

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved