Terkait Peningkatan Jalan di Kelurahan Liliba Oleh Pemkot Kupang, Begini Tanggapan Warga

memberikan tanggapan positif terkait Peningkatan jalan dengan konstruksi HRS-base lokasi jalan Kelurahan Liliba oleh pemerinta

POS KUPANG.COM/ONCY REBON
Kondisi Jalan dan papan proyek serta tumpukan material peningkatan jalan dengan HRS, base Lokasi, jalan Kelurahan Liliba. Jumad 27/03/2020. 

Terkait Peningkatan Jalan Di Kelurahan Liliba Oleh Pemkot Kupang, Begini Tanggapan Warga

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Warga Naimata, memberikan tanggapan positif terkait Peningkatan jalan dengan konstruksi HRS-base lokasi jalan Kelurahan Liliba oleh pemerinta Kota Kupang. Pasalnya, jalan rusak tersebut, sudah sekian lama tidak mendapat perhatian pemerintah.

Ketika ditemui POS KUPANG, COM, Jumad, 27/03/2020, Erni, Warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kupang, yang berbatasan langsung dengan kelurahan Liliba mengatakan, mengenai peningkatan jalan ini,  sudah dinantikan dalam waktu yang cukup lama. Jalan ini juga sudah rusak parah dan memang membutuhkan perbaikan.

Erni menambahkan, ketika musim hujan, banjir membawa tanah dan menutupi badan jalan. Sehingga permukaan jalan menjadi licin dan kami harus ekstra hati-hati melewati tempat ini. Jalan ini melewati dua kelurahan sekaligus yakni kekurahan Liliba dan Naimata.

"Saya secara pribadi, ujar Erni, sangat senang dengan adanya peningkatan jalan oleh pemerintah. Saya berharap agar peningkatan jalan ini, mencapai hasil yang memuaskan. Selain itu, kami juga sangat membutuhkan air. Sudah ada pemasangan pipa di area ini dua tahun yang lalu. Pada awal-awal setelah pemasangan pipa, air mengalir 3 kali dalam sebulan. Namun sekarang tidak mengalir lagi," kata Erni.

Pantauan Pos Kupang,Com, Jumad, 27/03/2020, beberapa bagian pipa, terlihat patah pada bekas galian drainase sedalam± 1 sampai 2 meter.

Pipa berwarna hitam tersebut nampak tidak mengeluarkan air.

Covid-19, Bupati Ende : Kalau Pelabuhan Ditutup Ekonomi Kita Mandek

Coklat Gaura Hadir di Kios Kaos Tenun Ikat dan Kebaya

Diduga Pipa yang ditanam dalam tanah tersebut, patah karena dihantam benda keras dan dibiarkan tergeletak, menyembul di antara lubang bekas galian drainase. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved