Di TTS, Sudah 214 Desa Yang Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap I

Egusem Piether Tahun terus melakukan pemantauan guna mendorong percepatan proses pencarian dana desa tahap 1 di Kabupaten TTS

POS KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati Tahun sedang memantau proses penyelesaian administrasi guna pengajuan pencairan dana desa ke KPPN Kupang di Kantor BPMD 

Di TTS, Sudah 214 Desa Yang Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap I

POS-KUPANG.COM | SOE -- Bupati TTS, Egusem Piether Tahun terus melakukan pemantauan guna mendorong percepatan proses pencarian dana desa tahap 1 di Kabupaten TTS.

Hingga akhir Maret, sudah 214 desa dari total 266 desa di Kabupaten TTS yang sudah diajukan berkas administrasinya ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kupang guna proses pencairan dana desa tahap 1.

"Hingga akhir pekan ini sudah 214 desa yang kita ajukan ke KPPN untuk proses pencairan dana desa tahap 1. Ada desa yang dana desanya sudah masuk ke rekening desa sehingga bisa digunakan. Ada yang masih berproses untuk pencairan," ungkap Bupati Tahun kepada POS-KUPANG.COM, SOE, Sabtu (28/3/2020).

Ia mengaku, dirinya terus mendorong percepatan proses pencairan dana desa sehingga program kegiatan yang sudah direncanakan di tingkat desa bisa secepatnya berjalan.

Bagi desa yang belum menyelesaikan administrasi guna pencairan dana desa, Bupati Tahun meminta untuk secepatnya dilengkapi agar dana desa bisa secepatnya dicairkan.

Dirinya menargetkan pekan depan seluruh desa di TTS sudah bisa mencairkan dana desa tahap I nya.

"Kita usahakan pekan depan seluruh desa harus sudah mencairkan dana desanya sehingga program pemberdayaan dan fisik di desa bisa dilaksanakan," ujarnya.

Mengingat banyaknya pengaduan dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana desa yang diterimanya, Bupati Tahun mengingatkan para kepala desa agar menggunakan dana desa sesuai juknis dan peruntukannya.

Dirinya juga meminta agar dalam pengelolaan dana desa pemerintah desa bisa transparan sehingga tidak menimbulkan saling curiga di kalangan masyarakat.

"Gunakan dana desa sesuai juknis, perencanaan dan pastikan tepat sasarannya. Untuk menghindari rasa saling curiga terapan transparansi dalam pengelolaan dana desa sehingga masyarakat bisa tahu," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun kembali mengambil sikap tegas dengan menonjobkan Kepala Desa Tuasene, Davit Alamallo dan Penjabat Desa Tublopo, Mardan Selan.

Davit dinonaktifkan lantara dirinya dinilai lambat dalam mengurus administrasi guna pencarian dana desa tahap 1. Pasalnya hingga saat ini, APBDes Desa Tuasene tak kunjung ditetapkan.

Pemkab Kabupaten Sumba Barat Terus Lakukan Upaya Pencegahan Penularan Covid-19

Terkait Virus Corona, Begini Hasil Rapid Tesnya Wali Kota Kupang

Sedangkan Mardan Selan dinonaktifkan lantaran dirinya ingin maju dalam Pilkades antar waktu di Desa Tublopo tapi belum memundurkan diri. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved