Covid-19, Bupati Ende : Kalau Pelabuhan Ditutup Ekonomi Kita Mandek

mencegah penyebaran virus Corona, Bupati Ende tegaskan saat ini Pemerintah tidak menutup pintu masuk pelabuhan dan bandara.

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Bupati Ende Djafar H. Achmad didampingi Kadis Perhubungan Ende Mustaqim Mberu saat memantau penyemprotan disinfektan di terminal Roworeke, Kabupaten Ende, Selasa (24/3/2020). 

Covid-19, Bupati Ende : Kalau Pelabuhan Ditutup Ekonomi Kita Mandek

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Menyikapi permintaan masyarakat menutup sementara pelabuhan dan Bandara di wilayah Kabupaten Ende, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona, Bupati Ende, Ahmad Djafar tegaskan saat ini Pemerintah tidak menutup pintu masuk pelabuhan dan bandara.

"Ada masyarakat yang bilang kenapa pa Bupati pelabuhan dan Bandara belum ditutup. Kalau kita tutup pelabuhan maka ekonomi kita mandek. Tetapi kita tingkatkan terus pengawasan di pintu masuk Bandara dan Pelabuhan" ungkap Ahmad Djafar saat diwawancarai media di Kantor Bupati Ende, Jumat (27/3/2020).

Dia katakan, Pemda Ende sudah dan terus meningkatkan berbagai langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya aktivitas pelabuhan dan bandara tetap berjalan seperti biasa, tetapi pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang maupun barang terus ditingkatkan.

"Sosialisasi terkait langkah-langkah konkret yang disepakati sebagai upaya untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 kepada masyarakat sudah kita lakukan jauh-jauh hari, saat ini kita akan bahas lagi soal anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19," ungkapnya.

Menurutnya, penganggaran untuk Covid-19, melalui pergeseran anggaran tahun 2020 yang nanti akan diajukan dan dibahas bersama DPRD Ende. Selain itu melalui pemangkasan perjalanan dinas seluruh OPD.

"Saya berikan contoh, pemangkasan anggaran perjalanan Dinas Perhubungan, untuk membiayai pencegahan Covid-19 diarea tugas Perhubungan, seperti, terminal, tempat parkir dan lainnya. Anggaran perjalanan dinas RSUD Ende juga dipangkas untuk membiayai kekurangan-kekurangan kebutuhan medis, seperti APD dan lain-lain," ungkapnya.

Terpisah, Agustinus Ngasu, Sekda Kabupaten Ende dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende di Kantor Bupati Ende, Jumat (27/3/2020) mengatakan Pemda Ende menyiapkan dana sekitar 10 Miliar untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19 di daerah itu.

Dia katakan, dana tersebut akan diambil dari masing-masing dinas dan instansi yang ada di Lingkup Pemkab Ende.

Halaman
1234
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved