Corona di ntt

Tanggapan Balkis Soraya Terkait Metode Pembelajaran Berbasis Online Ditinjau dari Aspek Sosiologis

Begini Tanggapan Balkis Soraya Terkait Metode Pembelajaran Berbasis Online Ditinjau dari Aspek Sosiologis

Tanggapan Balkis Soraya Terkait Metode Pembelajaran Berbasis Online Ditinjau dari Aspek Sosiologis
POS KUPANG.COM/VINSEN HULER
Sekretaris Jurusan Sosiologi Fisip Undana Dra. Hj. Balkis Soraya Tanof, M.Hum

Begini Tanggapan Balkis Soraya Terkait Metode Pembelajaran Berbasis Online Ditinjau dari Aspek Sosiologis

POS KUPANG.COM| KUPANG-- " Secara sosiologis Pendidikan selain sebagai media sosialisasi mencerdaskan masyarakat, pendidikan juga sangat berkaitan dengan politik karena berada pada wilayah atas struktur masyarakat, yang mana pemerintah melalui Kekuasaannya mempunyai kewenangan mengikat seluruh anggota masyarakat,"

Hal ini ditulis Sekretaris Jurusan Sosiologi Fisip Undana dan Aktivis Feminis Humanis, Dra. Hj. Balkis Soraya Tanof, M.Hum melalui aplikasi WhatsApp sebagaimana dikutip POS KUPANG.COM, pukul 21.18 WITA dalam tanggapannya terkait metode pembelajaran berbasis online ditinjau dari aspek sosiologis dalam konteks Covid-19.

Diuraikan Balkis dalam tulisannya, dengan adanya pandemi Covid-19, masyarakat dianjurkan berdiam diri di rumah "sebagai fungsi proteksi diri dini untuk memberikan rasa aman bagi paranata keluarga yang berimplikasi kepada pranata pendidikan" untuk menjaga jarak secara fisik dalam proses belajar mengajar dengan metode E- Learning di era Teknologi Industri 4.0 guna memudahkan aktifitas PBM

Selain itu, urai Balkis, keluarga sebagai agen sosialisasi juga bisa menumbuhkan minat baca anak dengan belajar bersama dengan cara mengakses Internet.

Sehingga, lanjut Balkis, terciptanya keseimbangan antara proteksi keluarga dari penyebaran virus Covid -19 dan fungsional dari aspek pendidikan berinteraksi secara online dengan berbagai fitur-fitur yang ditampilkan dari aplikasi belajar sehingga memudahkan siswa/mahasiswa mengakses informasi.

Menurut Balkis, NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai perpanjangan tangan pemerintah Provinsi NTT, harus SIAP beradaptasi dengan perkembangan teknologi di Era 4.0.

Secara geografis, lanjut Balkis, NTT termasuk Provinsi Kepulauan membutuhkan perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengalokasikan APBD PLUS untuk bidang Pendidikan untuk ketersedian sarana dan prasara pendukung untuk "tinggal landas ".

"Tinggal landas" yang dimaksudkan Balkis yakni dari masyarakat yang Gaptek teknologi menuju masyarakat yang menguasai teknologi hingga akhirnya mengarah pada NTT bangkit dan sejahtera berbasis SDM yang profesional dalam pelayanan publik .

Belajar dari Pengalaman situasi kontektual Covid-19, lanjut Balkis, sebagai proses evaluasi dari ranah Pendidikan bagi Pemerintah Provinsi NTT, bahwa sebagian masyarakat NTT belum dapat memenuhi kebutuhan dasar "Hak mengakses Ilmu Pengetahuan berbasis online"

Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar para guru harus membangun komunikasi dengan orang tua/ wali untuk melakukan metode belajar online via aplikasi WA.

Di Depan Anang Hermansyah, Sule Blak-blakan Ingin Calon Istri Seperti Ashanty Ibu Sambung Aurel

Waspada! Satu Daerah di NTT Diprediksi akan Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir pada Hari Ini

BREAKING NEWS : Seorang Siswi SMP di TTU Meninggal Dunia Tenggelam di Embung Malelat

Guru mengirim materi dan tugas-tugas untuk anak belajar dan mengerjakan tugas sebagai fungsi mengakses informasi materi belajar selama pemberlakuan melalui belajar Online, sehingga fungsi orang tua juga sebagai agen sosialisasi mendampingi anak belajar sekaligus menumbuhkan minat baca anak " belajar bersama" di rumah.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Vinsen Huler)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved