Penutupan Bandara Harus Melalui Gubernur

Penutupan sebuah bandara udara (bandara) atau pelabuhan harus melalui prosedur yang berlaku. Pengusulan penutupan banda

Penutupan Bandara Harus Melalui Gubernur
Oby Lewanmeru
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTT, Isyak Nuka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Penutupan sebuah bandara udara (bandara) atau pelabuhan harus melalui prosedur yang berlaku. Pengusulan penutupan bandara harus melalui gubernur, bukan langsung dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka, S.T, M.M kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (27/3/2020).

Isyak dikonfirmasi terkait adanya rencana penutupan bandara oleh sejumlah daerah di NTT.
Menurut Isyak, untuk menutup sebuah bandara ada prosedurnya dan tidak bisa langsung dilakukan oleh pemerintah daerah. "Penutupan bandara atau pelabuhan adalah kewenangan pemerintah pusat," kata Isyak.

Dijelaskan, sesuai prosedur yang berlaku dan ketentuan UU, maka Bupati atau Walikota harus mengusulkan ke Gubernur, kemudian gubernur mempertimbangkannya untuk diusulkan ke pemerintah pusat.

Besok Aston Kupang Hotel Peringati Earth Hour 60 + 30, Simak Info Lengkap

" Jadi sesuai aturan bahwa untuk menutup bandara atau pelabuhan di suatu daerah, bupati atau walikota usulkan ke Gubernur , kemudian gubernur mempertimbangkan untuk diteruskan ke Mendagri," katanya.

Dikatakan, jika Mendagri setuju maka Mendagri akan meminta Menteri Perhubungan untuk mengeluarkan surat penutupan bandara maupun pelabuhan.

Wabah Corona Virus, Nasib Liga 1 2020, Sponsor dan Gaji Pemain Persib Bandung? Penjelasan Manajemen

"Jadi bukan bupati atau walikota langsung menutup begitu saja," ujarnya.

Isyak juga mengakui telah menyurati GM Angkasa Pura 1 El Tari dan 13 Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di NTT, tentang pentingnya bandara sebagai akses transportasi vital yang tidak hanya mengangkut penumpang tetapi logistik,pos dan cargo dan sangat dibutuhkan masyarakat.

Dikatakan, Bandara juga sebagai bandara alternatif bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis,maupun operasional serta melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta mengangkut sampel tes Covid-19.

"Karena itu bapak Gubernur NTT mengimbau semua kepala UPBU di NTT agar tidak menutup penerbangan dari dan ke wilayah masing-masing," ujarnya.

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved