Cegah Covid-19, Pemkab Sumba Timur Rencana Tutup Kapal Penumpang & Karantina Penumpang Pesawat

APD, kata dr Chrisnawan saat ini masih terbatas, namun pihaknya sudah melakukan pemesaanan. "Kita lagi menunggu terkait APD

Cegah Covid-19, Pemkab Sumba Timur Rencana Tutup Kapal Penumpang & Karantina Penumpang Pesawat
POS KUPANG.COM/ROBERTUS ROPO
Tim Relawan PRB Sumba Timur sedang mencampur cairan disinfektan. 

Cegah Covid-19, Pemkab Sumba Timur Rencana Tutup Kapal Penumpang dan Karantina Penumpang Pesawat

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Dalam mengantisipasi wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin hari terus bertambah, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berencana akan menutup semua kapal penumpang yang datang dari Pulau Sumba.

"Jadi rencana kita tutup semua kapal penumpang baik dari luar NTT maupun dalam NTT seperti kapal Feri. Ini kita rencana lakukan guna mencegah virus corona ini,"ungkap bupati Sumba Timur Drs Gidion Mbilijora, M.Si kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (27/3/2020).

Bupati Gidion, selain itu untuk mencegah wabah virus corona ini, pihaknya berencana tetap membuka penerbangan melalui jalur Udara ke Sumba Timur, namun semua penumpang wajib di Karantina selama 14 hari.

"Kita sudah lakukan rapat bersama dengan Pimpinan Forkompinda dan DPRD terkait rencana keputusan ini. Tapi kita masih lanjut rapat ini hari,"jelas Gidion.

Bupati Gidion juga mengatakan, terkait dengan ruang Isolasi untuk penangan virus corona ini jika seandainya terjadi ada yang posistif corona kini pihaknya masih menunggu rapat bersama hari ini.

"Terkait ruangan Isolasi untuk penanganan virus corona ini kita masih melakukan rapat bersama hari ini untuk dimana lokasi atau tempat yang cocok untuk kita tentukan,"jelas Gidion.

Sekertaris Daerah Sumba Timur, Domu Warandoy, SH.,M.Si ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM terkait hasil keputusan dalam rapat Pimpinan Forkompinda bersama DPRD Sumba Timur mengirimkan hasil kesimpulan rapat itu.

Dalam kesimpulan itu tertulis ada 11 poin kesimpulan. Dari 11 poin kesimpulan itu tiga diantaranya yakni pertama pembatasan penumpang melalui pelabuhan laut, sepakat untuk menolak penumpang ke Waingapu. Sedangkan kapal barang tetap beroperasi sebagaimana biasanya.

Kedua, khusus penumpang yang melalui bandara, berupaya untuk menyediahkan tempat karantina, semua penumpang dari Jawa dan Bali dengan konsekuensi biaya yang tersediah. Ketiga, arus masuk jalur darat dari Kabupaten Tetangga akan disiapkan petugas untuk mengecek orang yang masuk.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved