News

Astaga, Di TTS Lagi, Diduga Keracunan Makanan, 15 Orang Terkapar Usai Syukuran Panen Jagung

Dari 19 orang yang mengikuti acara syukuran itu, 15 orang di antaranya diketahui mengalami gejala keracunan.

Astaga, Di TTS Lagi, Diduga Keracunan Makanan,  15 Orang Terkapar Usai Syukuran Panen Jagung
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
KORBAN KERACUNAN – Sejumlah korban keracunan makanan di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, sedang dinfus di rumah Esau Nomleni, Rabu (25/3/2020). 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Kasus keracunan makanan langganan Kabupaten TTS sejak 2019 lalu. Terbaru, keracunan terjadi di Desa Mnela Lete, Kecamatan Amanuban Barat, Selasa (24/3), bermula dari acara syukuran panen jagung yang digelar di kediaman Enos Liufeto, RT 27/RW 08.

Dari 19 orang yang mengikuti acara syukuran itu, 15 orang di antaranya diketahui mengalami gejala keracunan. Para korban mengalami sakit kepala, mencret dan muntah.

Dari 15 korban, lima korban rawat jalan dan 10 korban lainnya menjalani penanganan medis di Posko Penanganan Kasus Keracunan di rumah Esau Nomleni.

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, membenarkan adanya kasus keracunan tersebut. Bupati Epy Tahun mengaku sudah meminta Dinas Kesehatan TTS melakukan penanganan medis terhadap para korban.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah korban keracunan mencapai 15 orang. Di mana sebagian korban sudah diizinkan pulang dan menjalani rawat jalan.

"Informasinya para korban ikut acara syukuran panen jagung muda Senin malam. Selasa siang barulah para korban mulai mengalami gelaja keracunan seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah dan mencret. Saat ini seluruh korban sudah tertangani dengan baik," ujar Bupati Epy Tahun melalui telepon, Rabu (25/3) pagi.

Ketika ditanya terkait penyebab keracunan makanan tersebut, Bupati Tahun mengaku hingga saat ini belum diketahui pasti.
Para korban sebelumnya mengonsumsi nasi, ikan, ayam dan jagung.

"Belum ada hasil labnya. Namun sampel makanannya sudah diambil untuk diperiksa," tandasnya.

Perut Seperti Ditikam
Senci Noelaka (14), salah satu korban, mengakui pada Senin (23/3) malam, mengikuti acara syukuran panen jagung di kediaman Enos Liufeto, RT 27/RW 08.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved