Pendidikan

175 Siswa Seminari Mataloko Asal Ende Dipulangkan, Wajib Cuci Tangan dan Periksa Suhu Tubuh

Sebanyak 175 orang siswa Seminari St. Yohanes Brechmans Mataloko, Kabupaten Ngada asal Ende diliburkan.

Laus Markus Goti
Siswa Seminari Mataloko asal Ende dipulangkan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|ENDE - Sebanyak 175 orang siswa Seminari St. Yohanes Brechmans Mataloko, Kabupaten Ngada asal Ende diliburkan.

Sehubungan dengan upaya antisipasi dan pencegahan Covid-19, Pemda Ende menjemput para siswa asal Ende tersebut yang diliburkan oleh pihak sekolah selama kurang lebih tiga bulan ke depan, Kamis (26/3).

Mereka dijemput di Mataloko menggunakan empat bus dan satu truk milik Pemda Ende.

Bantu Kemendikbud Tahu Portal untuk Guru, Atasi Masalah Mengajar Online

Tiba di Kantor Bupati Ende, semua siswa diwajibkan cuci tangan menggunakan cairan disinfektan dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas, sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing.

Cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh berjalan lancar dan aman, tidak ada satu pun siswa yang suhu tubuhnya di atas normal.

Mereka lalu pulang ke rumah bersama orangtua dan sanak keluarga yang sudah menunggu di depan Kantor Bupati.

Tunda Tahapan Pilkada KPU Lembaga Independen

Kadis Perhubungan Ende, Mustaqim Mberu, kepada Pos Kupang, mengatakan jumlah siswa Seminari Mataloko asal Ende tersebut seratus tujuh puluh lima orang, sekaligus meralat data yang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende, dr. Munafatma, yang menyebut bahwa siswa Seminari Mataloko asal Ende berjumlah 200 orang.

Di Daerah Ini, Belasan Pemuda Yang Bandel Berkumpul di Warkop, Kena Sanksi Push Up dari Polisi

Ryan, salah satu siswa kepada Pos Kupang, mengaku, mereka diliburkan oleh pihak sekolah selama kurang lebih tiga bulan atau hingga tahun ajaran baru.

"Yang tiga bulan itu, yang bukan kelas tiga SMP dan SMA. Nah yang jelas kelas yang kelas III SMP dan SMA mereka tidak lagi kembali ke seminari karena tidak ada lagi ujian nasional. Jadi mereka sudah tamat begitu," ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved