Corona di ntt

Polda NTT : Kerumunan Massa Di Tempat Publik Yang Tidak Mau Bubar Akan Dipidana

Polisi akan bertindak tegas bahkan dapat mempidanakan pihak yang tidak mengindahkan himbauan dan instruksi terkait protokol

Polda NTT : Kerumunan Massa Di Tempat Publik Yang Tidak Mau Bubar Akan Dipidana
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun 

Polda NTT : Kerumunan Massa Di Tempat Publik Yang Tidak Mau Bubar Akan Dipidana

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam masa-masa pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat Corona, Polisi akan bertindak tegas bahkan dapat mempidanakan pihak yang tidak mengindahkan himbauan dan instruksi terkait protokol penanganan Corona. Hal ini berlaku untuk situasi konsentrasi atau kerumunan massa di tempat tempat publik.  

Polisi akan membubarkan kerumunan masyarakat untuk mengantisipasi penularan virus corona atau Covid-19. Dalam kondisi tersebut, jika saja masyarakat tak mau bubar, maka polisi dapat mempidanakan mereka.

"Saat ini masih penghimbauan, tetapi kalau tidak diindahkan maka akan ditindak dan dipidanakan sesuai undang undang," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun kepada POS-KUPANG.COM di ruangan kerjanya, Kamis (26/3/2020). 

Perwira dengan tiga melati ini mengatakan, pihak kepolisian baik di Polda NTT maupun Polres jajaran 

terus melaksanakan tindakan pencegahan serta melakukan himbauan kepada masyarakat untuk 

melaksanakan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 khusunya sesuai dengan maklumat kapolri. 

Tindakan pencegahan dilakukan dengan menurunkan tim yang bertugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi lokasi publik. Sementara itu, juga dilakukan himbauan serta patroli dari tim Polda hingga Babinkamtibnas di tingkat desa atau kelurahan. 

"Setiap hari kita bergerak baik dari Polda, dari Polres maupun Brimob. Dilakukan himbauan untuk  mengurai massa sesuai dengan perintah Kapolda serta himbauan dan penyampaian maklumat kapolri," jelas Kombes Jo Bangun. 

"Kalau melawan himbauan petugas kita akan pidanakan sesuai dengan Undang Undang dengan ancaman hukuman hingga satu tahun," kata Kombes Jo. 

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved