News

Merantau ke Malaysia Non Prosedural, Delapan Warga NTT Dipulangkan, Rentan Virus Corona, Bahaya!

Delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural atau ilegal dideportasi dari Imigrasi Johor Bahru Malaysia.

Merantau ke Malaysia Non Prosedural, Delapan Warga NTT Dipulangkan, Rentan Virus Corona, Bahaya!
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Para calon TKI di halaman kantor Disnakertrans provinsi NTT, sedang bersiap-siap dipulangkan ke kampung halaman mereka, Sabtu (27/10/2018). 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Egy Moa

POS KUPANG, COM , MAUMERE - Ditengah kegelisahan warga Propinsi NTT terhadap bahaya wabah virus corona (Covid-19), delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural atau ilegal dideportasi dari Imigrasi Johor Bahru Malaysia.

Seorang dari kedelapan PMI itu berasal dari Kabupaten Sikka.

Direktur PADMA Indonesia, Geby Sola, kepada Pos Kupang, Selasa (24/3) menjelaskan, Brapaks dari KJRI Johor Bahru, Senin malam, menyebutkan, tanggal 24 Maret dan 25 Maret 2020 dipulangkan 114 orang menggunakan angkutan laut.

"Tanggal 24 Maret 2020 sebanyak 81 orang dan 25 Maret 2020 sebanyak 33 orang. Dari 81 orang dipulangkan 24 Maret, berasal dari NTT 6 orang, yakni: Kabupaten Malaka (2) orang, TTS (3 ) dan Sikka (1) orang," kata Geby Sola.

Sedangkan pemulangan, 25 Maret 2020 sebanyak 33 orang, yang berasal dari NTT sebanyak dua orang, yakni: asal dari Belu dan Nagekeo.

Pemulangan oleh Depot Imigrasi karena pelanggaran Imigrasi, sehingga pemulangan tersebut rutin seperti selama ini. Tahun 2020 dilakukan sejak bulan Januari

Di wilayah kerja KJRI Johor Bahru, kata Geby, apabila ada kasus PMI bermasalah yang ditampung di shelter perwakilan RI akan dikirim kepada BP3TKI Tanjung Pinang melalui P4TKI Batam.

Selanjutnya diatur ke daerah masing-masing, kecuali jenazah pekerja migran sesuai alamat di Indonesia.

Sedangkan deportasi dari Depot Imigrasi dikirim kepada pihak Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kemensos di daerah tersebut.

"Ini pintu barat, belum lagi dari pintu timur lewat Nunukan. Malaysia tidak mau urus orang Indonesia di sana maka dipulangkan karena rentan kena virus corona," ujar Geby.*

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved