Corona di ntt

Komunitas Taman Daun Bagikan 150 Tempat Cuci Tangan Gratis untuk Lembata

Jadi pada saat sebelum masuk ke fasilitas publik itu kita siapkan di penjagaan. Di situ kita siapkan juga disinfektan

Komunitas Taman Daun Bagikan 150 Tempat Cuci Tangan Gratis untuk Lembata
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Relawan Taman Daun, Wilda menyerahkan wadah cuci tangan ke Polres Lembata, Rabu (25/3/2020) 

Komunitas Taman Daun Bagikan 150 Tempat Cuci Tangan Gratis untuk Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Relawan Komunitas Taman Daun membagikan 150 unit wadah cuci tangan ke fasilitas umum seperti Polindes di Kabupaten Lembata. Aksi kepedulian ini dilakukan di tengah terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Lembata karena merebaknya wabah virus corona (Covid-19),

Wadah cuci tangan yang dirakit sendiri dari ember kapasitas 35 liter dan keran air ini dibagikan hampir ke semua Polindes di desa-desa di Kabupaten Lembata.

"Sudah sangat banyak permintaan dan keluhan dari ibu-ibu bidan akan ketiadaan wadah cuci tangan yang memadai," kata John S Batafor, salah satu relawan Komunitas Taman Daun, Rabu (25/3/2020).

John mengatakan, wadah cuci tangan yang dirakit sendiri ini dibeli menggunakan uang hasil usaha penangkapan ikan yang digelutinya selama ini.

Berangkat dari keprihatinan akan kondisi ketiadaan wadah cuci tangan di fasilitas-fasilitas umum di Kabupaten Lembata, John dan relawan komunitas Taman Daun lainnya berinisiatif merakit dan membagikan alat cuci tangan ini secara gratis.

"Hari ini kami bagikan 50 unit, besok saya beli lagi 100 unit untuk dirakit, jadi totalnya 150 unit," terang John.

Hingga Rabu (25/3/2020) relawan Komunitas Taman Daun yang datang dari berbagai latar belakang telah membagikan wadah cuci tangan ini secara gratis ke beberapa wilayah.

Beberapa di antaranya masing-masing satu unit ke Polindes Hingalamamengi, Polindes Wailolong, Polres Lembata, Polindes Nubamado dan Panti Asuhan Vinsensius Lewoleba, Polindes Lite, Polindes Atakowa, Polindes Peu sawah, Polindes Tubung Walang, Polindes Atuwalupang, Polindes Roho, Polindes Hoelea, Polindes Benihading, Polindes Atualeng, Polindes Kalikur, Boto dan dua unit di Desa Lamalera dan Gereja Loang.

"Lalu yang lainnya lagi didata," terang John.

John mengatakan, dirinya sengaja merakit wadah cuci tangan ini secara mandiri karena wadah cuci tangan yang dijual di pasar hampir langka dengan harga yang melambung tinggi sekitar Rp 300 ribu - 400 ribu per unit.
"Lalu kapasitasnya juga lebih kecil hanya sekitar 15 liter," ungkap John.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved