Jenasah Pasien Covid-19 Tidak Boleh Disemayamkan Lebih Dari Empat Jam

Jenasah pasien Covid-19 yang disemayamkan tidak boleh lebih dari empat jam. Ini salah satu protokol pengurusan jenasa yang dikeluarkan kemenag

Jenasah Pasien Covid-19 Tidak Boleh Disemayamkan Lebih Dari Empat Jam
Shutterstock
Ilustrasi virus corona (Covid_19) 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama menerbitkan protokol pengurusan jenazah pasien Covid-19 yang beragama Katolik. Salah satunya adalah jenasah yang disemayamkan tidak boleh lebih dari empat jam.

Plt Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha mengatakan protokol diterbitkan sebagai panduan bersama jika ada umat Katolik yang meninggal dengan status pasien Covid-19.

"Protokol ini kami susun setelah berkoordinasi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)," ujar Aloma dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).
Menurut dia, pengurusan jenazah dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit.

"Prinsipnya, pengurusan jenazah pasien Covid-19 beragama Katolik dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," lanjut Aloma. Secara rinci, Aloma menuturkan 7 poin protokol pengurusan jenazah yang dimaksud.

Pertama, pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Kedua, jenazah pasien COVID-19 dipakaikan pakaian sepantasnya lalu dimasukkan ke dalam kantung jenazah yang berbahan plastik (tidak dapat tembus air) dan kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.

Ketiga, jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang.

"Keempat, jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam," ungkap Aloma.

Kelima, khusus mengenai penghantaran jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, sehingga petugas Gereja Katolik untuk urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut.

"Keenam, ibadah pemakaman diatur oleh petugas Gereja Katolik sesuai dengan prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan," jelas Aloma.

Ketujuh, selama ibadah pemakaman, seluruh petugas Gereja Katolik dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing, dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan infeksi Covid-19.

Editor: Hermina Pello
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved